Penyebab tubuh mudah lelah dan kapan perlu periksa
Lelah sesekali itu wajar. Bila tubuh mudah lelah hampir setiap hari tanpa sebab yang jelas, kenali penyebab yang umum, kebiasaan yang dapat membantu, dan tanda untuk memeriksakan diri.
- Terbit
- Diperbarui
- Waktu baca
- 8 menit
Daftar isi
Disusun oleh Redaksi Artikel Kesehatan. Riset dibantu AI, lalu setiap fakta diperiksa redaksi terhadap sumber di bawah. Baca Kebijakan Redaksi
Hampir semua orang pernah merasa lelah setelah hari yang padat. Itu wajar. Namun, bila tubuh mudah lelah hampir setiap hari dan Anda tidak tahu sebabnya, keluhan ini perlu diperhatikan. Menurut NHS, layanan kesehatan Inggris, rasa lelah terus-menerus tanpa alasan yang jelas bisa menjadi tanda adanya masalah [1].
Artikel ini membahas penyebab umum rasa mudah lelah, kebiasaan yang dapat membantu, pemeriksaan di dokter, dan tanda bahwa Anda perlu segera mencari pertolongan. Penyebab pastinya hanya dapat ditentukan oleh tenaga kesehatan lewat pemeriksaan.
Lelah yang wajar dan yang perlu diperhatikan
Lelah yang wajar biasanya punya pemicu yang jelas, misalnya kurang tidur semalam, kerja lembur, atau olahraga berat. Rasa itu membaik setelah istirahat cukup. Menurut MedlinePlus, ensiklopedia kesehatan dari Perpustakaan Kedokteran Nasional Amerika Serikat, lelah umumnya tidak disebabkan oleh penyakit yang serius [2].
Lelah yang perlu diperhatikan berbeda. Rasa lelah datang hampir setiap hari, tidak membaik walau sudah beristirahat, berlangsung berminggu-minggu, atau mulai mengganggu pekerjaan, sekolah, dan kegiatan di rumah. Lelah yang tidak membaik walau tidur sudah cukup, makan bergizi, dan stres berkurang perlu diperiksa oleh tenaga kesehatan [2].
Lelah tidak sama dengan mengantuk
Mengantuk berarti tubuh butuh tidur. Lelah adalah kurangnya tenaga dan semangat untuk berbuat sesuatu [2]. Keduanya bisa datang bersamaan. Saat ke dokter, ceritakan mana yang lebih Anda rasakan: rasa kantuk, kurang tenaga, atau keduanya.
Penyebab mudah lelah dari kebiasaan sehari-hari
NHS mencatat bahwa banyak kasus rasa lelah berkaitan dengan gaya hidup dan keadaan sehari-hari, antara lain [1]:
- Tidur yang kurang atau tidak nyenyak, termasuk sulit tidur (insomnia).
- Pola makan yang kurang sehat dan jarang bergerak.
- Stres, depresi, atau peristiwa hidup yang berat, misalnya kehilangan orang terdekat atau merawat bayi yang baru lahir.
- Perubahan hormon, misalnya saat pubertas, kehamilan, atau menopause.
- Sakit, misalnya infeksi virus seperti COVID-19.
- Efek pengobatan tertentu, misalnya kemoterapi.
Tidur sangat berpengaruh. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menganjurkan orang dewasa usia 18 sampai 60 tahun tidur 7 jam atau lebih setiap malam. CDC juga menyebut bahwa tidur yang cukup membantu menjaga perhatian, daya ingat, dan suasana hati. Kurang tidur juga meningkatkan risiko kecelakaan saat berkendara [3].
Kurang minum. Rasa lelah termasuk gejala dehidrasi, yaitu keadaan saat tubuh kehilangan cairan lebih banyak daripada yang masuk. Gejala lainnya antara lain haus, pusing, mulut kering, serta air kencing berwarna kuning gelap. Risikonya lebih tinggi saat diare, muntah, demam, atau banyak berkeringat [4].
Kafein dan alkohol. Menurut MedlinePlus, zat perangsang seperti kafein bukan cara yang efektif untuk mengatasi lelah, dan keluhan bisa memburuk saat kebiasaan itu dihentikan. Minum alkohol atau memakai obat terlarang, terutama secara rutin, juga dapat menyebabkan lelah [2].
(tab baru)Obat yang sedang diminum. Beberapa golongan obat dapat menimbulkan kantuk atau lelah, misalnya obat alergi golongan antihistamin, obat tekanan darah, obat tidur, steroid, dan obat peluruh air kencing (diuretik) [2]. Bila keluhan muncul setelah Anda mulai minum obat, jangan menghentikan atau mengubahnya sendiri. Konsultasikan ke dokter atau apoteker [2].
Kurang darah (anemia)
Anemia termasuk penyebab rasa lelah [2][5]. Kementerian Kesehatan RI menjelaskan anemia sebagai keadaan saat tubuh kekurangan sel darah merah, atau saat sel darah merahnya tidak berfungsi dengan baik [6]. Menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang dikutip Kemenkes, 27,7% ibu hamil dan 16,3% anak usia 5 sampai 14 tahun di Indonesia mengalami anemia [6].
Gejala awal anemia ringan dikenal dengan istilah 5L: lesu, letih, lemah, lelah, dan lalai [6]. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), anemia juga dapat menyebabkan sesak napas, terutama saat beraktivitas, pusing, serta tangan dan kaki terasa dingin [5].
Menurut WHO, kekurangan zat besi adalah penyebab gizi yang paling umum. Infeksi, haid yang banyak, penyakit kronis, dan kelainan darah bawaan juga dapat menyebabkan anemia. Kelompok yang paling rentan adalah anak balita, ibu hamil dan ibu setelah melahirkan, serta remaja putri dan perempuan usia haid [5]. Bila haid Anda banyak atau sangat nyeri, baca juga artikel nyeri haid (dismenore) dan bicarakan dengan dokter.
Pola makan yang beragam membantu mencegah anemia. WHO menyebut makanan kaya zat besi, folat, vitamin B12, dan vitamin A. Makanan sumber vitamin C, seperti buah dan sayur, membantu tubuh menyerap zat besi. WHO juga menyarankan agar teh, kopi, dan kakao tidak dikonsumsi bersamaan dengan makanan kaya zat besi, karena dapat menghambat penyerapannya [5]. Contoh menu harian ada di artikel makanan sehat.
(tab baru)Namun, anemia hanya dapat dipastikan lewat pemeriksaan darah [5][6]. Jangan mengonsumsi suplemen penambah darah tanpa saran tenaga kesehatan.
Stres dan depresi
NHS menyebut stres, depresi, dan peristiwa hidup yang berat sebagai penyebab lelah yang umum [1]. Depresi berbeda dengan perubahan suasana hati sehari-hari. Menurut WHO, pada depresi seseorang merasa sedih, mudah tersinggung, atau hampa, atau kehilangan minat pada kegiatan yang biasanya ia sukai. Keluhan ini berlangsung hampir sepanjang hari, hampir setiap hari, selama paling sedikit dua minggu. Gejala lain dapat berupa sulit berkonsentrasi, tidur terganggu, nafsu makan atau berat badan berubah, dan merasa sangat lelah atau kurang tenaga [7].
Depresi dapat dialami siapa saja, dan ada pengobatan yang efektif untuknya [7]. Bila Anda mengenali tanda-tanda ini, bicarakan dengan dokter, psikolog, atau tenaga kesehatan di puskesmas. Untuk dukungan awal, Kementerian Kesehatan menyediakan layanan Healing119.id: telepon 119 ekstensi 8, atau chat WhatsApp lewat situs healing119.id. Layanan ini gratis, buka 24 jam, dan tanpa pendaftaran. Layanan ini adalah pertolongan pertama psikologis, bukan terapi jangka panjang [8].
Kondisi lain yang perlu diperiksa dokter
NHS menyebut beberapa kondisi yang dapat membuat seseorang mudah lelah. Gejala yang menyertainya bisa menjadi petunjuk, tetapi jangan mendiagnosis diri sendiri [1].
- Gangguan napas saat tidur (sleep apnoea). Napas berhenti dan mulai lagi berulang kali selama tidur. Tandanya antara lain mendengkur keras, tersengal atau seperti tersedak, sering terbangun, serta sangat lelah dan sulit berkonsentrasi pada siang hari. Tanda ini sulit disadari sendiri, jadi minta orang di dekat Anda mengamatinya [9].
- Diabetes. Lelah yang berat disertai rasa sangat haus, lebih sering buang air kecil (terutama pada malam hari), dan berat badan turun [1].
- Gangguan kelenjar tiroid. Tiroid yang terlalu aktif dapat membuat seseorang selalu lelah, sulit diam, gelisah, cemas, mudah tersinggung, dan ototnya lemah [1]. Tiroid yang kurang aktif juga dapat menyebabkan lelah, yang dapat disertai rasa lebih mudah kedinginan, berat badan naik, sembelit, kulit kering, dan suasana hati yang murung [2][10]. Gejalanya biasanya muncul perlahan [10].
- Sindrom kelelahan kronis (ME/CFS). Lelah yang sangat berat selama paling sedikit 3 bulan, sampai kegiatan sehari-hari sulit dilakukan, disertai masalah berpikir, mengingat, dan berkonsentrasi [1]. Gejalanya bertambah berat setelah aktivitas fisik atau pikiran, dan pemulihannya bisa berminggu-minggu. Dokter menegakkannya setelah menyingkirkan penyebab lain [11].
Lelah juga dapat menyertai penyakit lain, misalnya infeksi yang lama sembuh seperti tuberkulosis, penyakit ginjal, penyakit hati, gagal jantung, dan penyakit autoimun [2]. Gejala kondisi-kondisi ini sering mirip satu sama lain. Dokter perlu memeriksa Anda untuk memastikan penyebabnya.
Kebiasaan yang dapat membantu
Bila rasa lelah berkaitan dengan gaya hidup, perubahan kecil yang konsisten sering membantu. NHS, CDC, MedlinePlus, dan WHO menganjurkan langkah berikut:
- Tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari [1][3].
- Siapkan kamar yang gelap, tenang, dan sejuk [1][3].
- Jauhkan gawai sebelum tidur. NHS menyarankan berhenti memakai ponsel dan layar sejam sebelum tidur [1].
- Hindari kafein di sore dan malam hari [3], serta makan besar menjelang tidur [1][3].
- Bergerak secara teratur. WHO menganjurkan orang dewasa melakukan aktivitas fisik intensitas sedang paling sedikit 150 menit per minggu. Aktivitas fisik juga berkaitan dengan kualitas tidur yang lebih baik [12]. Jalan kaki atau lari pagi bisa menjadi awal.
- Makan dengan gizi seimbang dan cukup minum air sepanjang hari [2].
- Atur jadwal kerja dan istirahat yang wajar, dan coba cara bersantai seperti yoga atau meditasi [2].
- Tidak merokok dan tidak minum alkohol berlebihan [1][2].
Uraian tiap kebiasaan ini ada di artikel pola hidup sehat. Bila Anda memiliki penyakit jantung, paru, atau penyakit lain, tanyakan dahulu jenis aktivitas yang aman kepada dokter. Bila lelah justru memburuk setelah beraktivitas dan lama pulih, ceritakan kepada dokter sebelum menambah porsi olahraga [11].
Catat pola lelah Anda
Sebelum ke dokter, catat hal berikut setiap hari selama satu sampai dua minggu:
- jam tidur dan jam bangun, serta apakah tidur terasa nyenyak;
- kapan rasa lelah paling terasa, misalnya pagi, siang, atau setelah makan;
- apa yang Anda makan dan minum, termasuk kopi dan minuman manis;
- aktivitas fisik dan beban pikiran hari itu;
- obat atau suplemen yang sedang Anda minum;
- bagi perempuan, jadwal dan banyaknya darah haid.
Catatan ini membantu dokter memahami keluhan Anda dengan lebih cepat.
Apa yang diperiksa dokter
Dokter biasanya bertanya tentang riwayat kesehatan, keluhan, gaya hidup, dan perasaan Anda. Pemeriksaan fisik dapat mencakup jantung, kelenjar getah bening, kelenjar tiroid, perut, dan sistem saraf [2].
Bila perlu, dokter dapat meminta pemeriksaan laboratorium, misalnya [1][2]:
- tes darah untuk memeriksa anemia, diabetes, peradangan, infeksi, dan fungsi tiroid;
- tes fungsi ginjal dan hati;
- pemeriksaan air kencing.
Pengobatan bergantung pada penyebabnya, misalnya saran memperbaiki tidur dan gaya hidup, terapi bicara, atau pengobatan untuk kondisi yang mendasarinya. Bila penyebabnya belum jelas, dokter dapat merujuk Anda ke dokter spesialis [1].
Kapan perlu periksa
Buat janji dengan dokter bila:
- Anda sudah merasa lelah selama beberapa minggu dan tidak tahu sebabnya [1];
- rasa lelah mengganggu kegiatan sehari-hari [1];
- rasa lelah disertai gejala lain, misalnya berat badan turun tanpa sebab, demam, sering berkeringat, atau perubahan suasana hati [1][2];
- orang lain melihat Anda tersengal, mendengkur keras, atau seperti tersedak saat tidur [1];
- Anda sering terbangun pada malam hari, sering sakit kepala, atau merasa sedih atau tertekan [2].
Hubungi tenaga kesehatan secepatnya bila lelah disertai rasa bingung atau pusing, penglihatan kabur, air kencing sangat sedikit atau tidak keluar, atau bengkak dan berat badan naik dalam waktu singkat [2].
Bila muncul pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau mengakhiri hidup, segera cari bantuan [2]. Hubungi Healing119.id di 119 ekstensi 8, atau chat WhatsApp lewat situs healing119.id. Bila konselor belum dapat dihubungi, coba lagi beberapa saat kemudian atau beralih ke chat [8]. Bila Anda merasa dalam bahaya untuk menyakiti diri saat ini juga, segera hubungi 119 atau datangi IGD atau fasilitas kesehatan terdekat [7][8].
Segera cari pertolongan darurat bila rasa lelah datang bersama nyeri dada yang terasa menekan atau seperti diremas, nyeri yang menjalar ke lengan, leher, atau rahang, sesak napas berat, atau bila seseorang pingsan dan tidak merespons dengan normal. Menurut NHS, gejala seperti ini dapat menandakan serangan jantung [13]. Hubungi 119 atau 112, atau segera ke IGD rumah sakit terdekat. Jangan mengemudi sendiri [13].
Sumber
- NHS. Tiredness and fatigue (tab baru). 2023.
- MedlinePlus, U.S. National Library of Medicine. Fatigue (tab baru). 2025.
- Centers for Disease Control and Prevention (CDC). About Sleep (tab baru). 2024.
- NHS. Dehydration (tab baru). 2026.
- World Health Organization (WHO). Anaemia (tab baru). 2025.
- Kementerian Kesehatan RI, Ayo Sehat. Anemia (tab baru). Tanpa tanggal (diakses 2026).
- World Health Organization (WHO). Depressive disorder (depression) (tab baru). 2026.
- Kementerian Kesehatan RI. FAQ Layanan Hotline Healing119.id (tab baru). 2025.
- NHS. Sleep apnoea (tab baru). 2026.
- NHS. Underactive thyroid (hypothyroidism) (tab baru). 2025.
- NHS. Myalgic encephalomyelitis or chronic fatigue syndrome (ME/CFS) (tab baru). 2024.
- World Health Organization (WHO). Physical activity (tab baru). 2024.
- NHS. Heart attack (tab baru). 2026.