Penyakit

Dismenore: penyebab nyeri haid dan kapan perlu diperiksa

Nyeri haid sering kali normal, tetapi tidak selalu. Kenali beda dismenore primer dan sekunder, cara meredakan nyeri haid di rumah, dan tanda yang perlu diperiksa dokter atau segera ditangani di IGD.

Terbit
Diperbarui
Waktu baca
8 menit
Dismenore: penyebab nyeri haid dan kapan perlu diperiksa — Ilustrasi kantong air hangat yang sedikit miring di dalam lingkaran berpetak, dengan kalender di kiri dan garis gelombang hangat di kanan.

Disusun oleh Redaksi Artikel Kesehatan. Riset dibantu AI, lalu setiap fakta diperiksa redaksi terhadap sumber di bawah. Baca Kebijakan Redaksi

Dismenore adalah istilah medis untuk nyeri haid. Nyerinya biasanya terasa di perut bagian bawah dan kadang menjalar ke pinggang, punggung bawah, dan paha [1][2]. Nyeri bisa terasa tajam atau tumpul, muncul sesaat sebelum atau saat haid, dan biasanya berlangsung sampai sekitar 3 hari [1].

Nyeri haid sering kali normal. Meski begitu, nyeri yang berat, bertambah parah, atau berubah polanya perlu diperiksakan. Artikel ini menjelaskan penyebab dismenore, gejala yang sering menyertainya, cara meredakan nyeri haid di rumah, pemeriksaan dan pengobatan dari dokter, serta tanda yang perlu segera ditangani.

Jenis dismenore: primer dan sekunder

Dismenore dibagi menjadi dua jenis [2]:

  • Dismenore primer. Nyeri haid yang tidak disebabkan oleh penyakit lain. Nyeri ini terjadi karena otot rahim mengencang selama haid [1]. Dismenore primer tidak menimbulkan komplikasi, tetapi tetap bisa mengganggu sekolah, pekerjaan, dan kegiatan sosial [2]. Nyeri jenis ini biasanya mulai tidak lama setelah seseorang pertama kali haid. Pada banyak perempuan, nyerinya berkurang seiring bertambahnya usia, dan dapat membaik setelah melahirkan [7].
  • Dismenore sekunder. Nyeri haid yang disebabkan oleh kondisi kesehatan tertentu [2]. Nyerinya cenderung makin berat dari waktu ke waktu dan berlangsung lebih lama daripada kram haid biasa. Misalnya, nyeri sudah muncul beberapa hari sebelum haid, makin berat selama haid, dan tidak hilang setelah haid selesai [7].

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan dismenore sekunder [1]:

  • Endometriosis dan adenomiosis. Pada endometriosis, jaringan yang mirip lapisan rahim tumbuh di luar rahim. Pada adenomiosis, jaringan itu tumbuh ke dalam dinding otot rahim [7].
  • Fibroid atau mioma. Benjolan yang tumbuh di dalam atau di sekitar rahim.
  • Penyakit radang panggul. Infeksi pada rahim, saluran telur, dan indung telur.
  • Alat kontrasepsi dalam rahim (IUD atau KB spiral). IUD dapat menimbulkan nyeri haid, terutama pada 3 sampai 6 bulan pertama setelah dipasang [1].

ACOG, perhimpunan dokter kandungan Amerika Serikat, menambahkan kelainan bawaan pada rahim, saluran telur, atau organ reproduksi lain. Penyakit tertentu, seperti penyakit Crohn dan gangguan saluran kemih, juga dapat kambuh saat haid dan menimbulkan nyeri [7].

Endometriosis perlu mendapat perhatian khusus. WHO memperkirakan kondisi ini dialami sekitar 10% perempuan usia reproduksi di dunia, atau sekitar 190 juta orang. Gejalanya antara lain nyeri haid yang hebat, perdarahan haid yang banyak, nyeri panggul yang menetap setelah haid selesai, sulit hamil, perut kembung, dan mual. Rata-rata, diagnosisnya baru ditegakkan setelah 4 sampai 12 tahun [3]. WHO menegaskan bahwa nyeri panggul kronis akibat endometriosis bukan hal yang normal. Endometriosis belum bisa disembuhkan, tetapi diagnosis dini dan perawatan yang bermutu mungkin dapat memperlambat atau menghentikan perkembangannya [3].

Mengapa haid terasa nyeri

Selama haid, rahim mengencang untuk meluruhkan lapisan dalamnya [1]. Pada dismenore primer, nyeri ini dipicu oleh prostaglandin, zat alami yang dibuat oleh lapisan dalam rahim. Prostaglandin membuat otot dan pembuluh darah rahim berkontraksi [7].

Kadar prostaglandin tinggi pada hari pertama haid. Seiring lapisan rahim luruh, kadarnya turun. Karena itu, nyeri haid biasanya paling terasa pada awal haid dan berkurang setelah beberapa hari pertama [7].

Nyeri biasanya sampai sekitar 3 hari [1]Paling terasaprostaglandin tinggi [7]lalu berkurang [7]Hari 1Hari 2Hari 3Hari 4Hari 5
Pola umum nyeri haid pada dismenore primer. Garisnya menggambarkan arah, bukan ukuran nyeri. Sumber: NHS [1], ACOG [7].

Gejala dismenore

Gejala utama dismenore adalah kram atau nyeri di perut bagian bawah, sesaat sebelum atau pada awal haid. Kram dapat menjalar ke punggung dan paha, dan rasanya bisa tajam atau tumpul [1].

Pada sebagian perempuan, nyeri yang berat datang bersama keluhan lain, antara lain [7]:

  • diare;
  • mual atau muntah;
  • sakit kepala;
  • pusing.

Seberapa umum nyeri haid

Lebih dari separuh perempuan yang haid merasakan nyeri selama 1 sampai 2 hari setiap bulan. Umumnya nyerinya ringan. Pada sebagian perempuan, nyerinya begitu berat sehingga mereka tidak bisa beraktivitas seperti biasa selama beberapa hari setiap bulan [7].

Nyeri haid juga sering dialami remaja dan perempuan muda. Sebuah tinjauan atas 38 penelitian dengan 21.573 perempuan berusia di bawah 25 tahun menemukan bahwa sekitar 71% di antaranya mengalami dismenore. Sekitar 20% pernah tidak masuk sekolah atau kuliah karena nyeri haid, dan sekitar 41% merasa konsentrasi atau prestasi belajarnya terganggu [9]. Jadi, nyeri haid yang mengganggu sekolah bukan hal sepele. Remaja yang mengalaminya sebaiknya bercerita kepada orang tua, guru, atau tenaga kesehatan.

Mengalami dismenore71%Konsentrasi atau prestasi belajar terganggu41%Pernah tidak masuk sekolah atau kuliah20%
Nyeri haid pada perempuan berusia di bawah 25 tahun, dari tinjauan atas 38 penelitian dengan 21.573 peserta. Sumber: Armour dkk., 2019 [9].

Beda nyeri haid dan PMS

Nyeri haid sering disamakan dengan PMS (sindrom pramenstruasi), padahal keduanya berbeda. PMS adalah kumpulan keluhan yang muncul pada minggu-minggu sebelum haid [8]. Keluhannya antara lain suasana hati yang naik turun, mudah tersinggung atau cemas, lelah atau sulit tidur, perut kembung atau kram, payudara nyeri, sakit kepala, dan perubahan nafsu makan [8].

Dismenore berpusat pada nyeri atau kram perut bagian bawah, yang muncul sesaat sebelum atau saat haid dan biasanya berlangsung sampai sekitar 3 hari [1]. Keduanya bisa dialami bersamaan. Untuk PMS, NHS menyarankan mencatat keluhan selama paling sedikit 2 siklus haid, lalu membawa catatan itu saat ke dokter [8].

Faktor yang bisa memperberat nyeri haid

Artikel di laman Kementerian Kesehatan menyebut beberapa faktor yang dapat membuat nyeri haid lebih berat [2]:

  • stres atau depresi;
  • usia di bawah 30 tahun, terutama di bawah 20 tahun;
  • perdarahan haid yang banyak;
  • riwayat nyeri haid dalam keluarga;
  • merokok;
  • pola makan yang kurang baik;
  • obesitas;
  • riwayat kekerasan seksual.

Sebagian faktor ini bisa Anda ubah, seperti kebiasaan merokok, pola makan, dan cara mengelola stres. Uraian tiap kebiasaan ada di artikel pola hidup sehat, dan panduan menyusun menu harian ada di artikel makanan sehat. Faktor lain, seperti usia dan riwayat keluarga, tidak bisa diubah, tetapi tetap berguna untuk diceritakan kepada dokter saat Anda memeriksakan diri.

Cara meredakan nyeri haid di rumah

Untuk nyeri haid yang ringan sampai sedang, langkah berikut dapat membantu:

  1. Hangatkan perut. Pakai bantal pemanas atau botol air hangat yang dibungkus handuk, atau mandi dengan air hangat [1]. Sebuah tinjauan sistematis atas enam uji acak menemukan bukti awal bahwa terapi panas membantu meredakan dismenore primer. Dalam uji yang membandingkannya dengan obat pereda nyeri, terapi panas cenderung memberi hasil yang serupa atau sedikit lebih baik. Meski begitu, jumlah uji dan pesertanya masih sedikit, sehingga perlu penelitian yang lebih kuat [4]. Dalam salah satu uji itu, beberapa peserta mengalami luka bakar ringan [4]. Karena itu, bungkus sumber panas dengan handuk [1], dan jangan menempelkannya langsung ke kulit.
  2. Pijat perlahan. Pijat lembut perut dan punggung bawah [1][2].
  3. Bergerak ringan. Yoga, berenang, jalan kaki, atau bersepeda dapat membantu [1]. Olahraga teratur juga dapat membantu mencegah nyeri [2]. Tinjauan Cochrane menemukan bukti berkualitas rendah bahwa olahraga sekitar 45 sampai 60 menit, tiga kali seminggu atau lebih, dapat mengurangi intensitas nyeri haid. Dalam semua uji itu, olahraga dilakukan secara teratur sepanjang bulan, bukan hanya saat haid. Tinjauan itu mencakup 12 uji dengan 854 perempuan. Para peneliti belum yakin apakah olahraga juga mengurangi keluhan haid yang lain [5].
  4. Istirahat dan kelola stres [2]. Tidur yang cukup sebelum dan selama haid membantu tubuh lebih tahan menghadapi rasa tidak nyaman. Meditasi atau yoga juga dapat membantu Anda menghadapi nyeri [7].
  5. Hindari rokok, dan kurangi kafein, garam, serta alkohol [1][2].
  6. Tanyakan obat pereda nyeri kepada apoteker atau dokter. Obat pereda nyeri yang dijual bebas dapat membantu sebagian orang [1]. Jenis dan aturan pakai yang aman bergantung pada usia, kondisi kesehatan, dan obat lain yang Anda minum. Karena itu, artikel ini tidak menyebut nama atau dosis obat.
Botol air hangat berwarna krem terselip di bawah selimut bermotif bunga. (tab baru)
Botol air hangat membantu menghangatkan perut. Bungkus dengan handuk, jangan ditempel langsung ke kulit. Foto: Vulvani / Wikimedia Commons (tab baru), CC BY-SA 4.0 (tab baru)

Bila langkah-langkah tersebut tidak membantu, temui dokter [2].

Sebelum ke dokter, ada baiknya Anda mencatat siklus haid selama beberapa bulan: tanggal mulai dan selesai, seberapa banyak darah yang keluar, kapan nyeri muncul, seberapa berat nyerinya, dan apa yang membantu. Catatan ini memudahkan dokter memahami keluhan Anda.

Buku agenda terbuka di meja kayu, dengan pensil warna dan kacamata di sampingnya. (tab baru)
Catat tanggal haid, banyaknya darah, dan kapan nyeri muncul. Bawa catatan ini saat ke dokter. Foto: Shixart1985 / Wikimedia Commons (tab baru), CC BY 2.0 (tab baru)

Pemeriksaan dan pengobatan dari dokter

Bila nyeri haid mengganggu, bicarakan keluhan dan siklus haid Anda dengan dokter. Catatan siklus tadi akan sangat membantu. Bila perlu, dokter dapat melakukan pemeriksaan panggul [7].

Pemeriksaan untuk mencari penyebab

Pemeriksaan lanjutan biasanya dilakukan bila nyeri tidak membaik dengan pengobatan awal, atau bila dokter menduga ada kondisi yang mendasarinya [1][7]:

  • USG (ultrasonografi). Pemeriksaan dengan gelombang suara untuk melihat rahim dan organ di sekitarnya [1][7].
  • Laparoskopi. Pada kasus tertentu, dokter kandungan dapat menyarankan tindakan ini. Kamera kecil dimasukkan lewat sayatan kecil di dekat pusar untuk melihat organ di dalam panggul. Laparoskopi biasanya dilakukan dengan bius umum di rumah sakit [7].

Dokter umum juga dapat merujuk Anda ke dokter spesialis kandungan bila nyeri tidak membaik, atau bila ada dugaan kondisi seperti mioma [1].

Pilihan pengobatan

Pengobatan bergantung pada jenis dismenore, beratnya keluhan, kondisi kesehatan, dan rencana kehamilan. Pilihan yang dapat dipertimbangkan dokter antara lain:

  • Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS). Golongan obat ini menekan pembentukan prostaglandin, sehingga kram haid menjadi lebih ringan [7]. OAINS tidak cocok untuk semua orang. ACOG menyebut, antara lain, orang dengan gangguan pembekuan darah, asma, alergi aspirin, kerusakan hati, gangguan lambung, atau tukak lambung tidak boleh memakainya [7]. Konsultasikan ke dokter atau apoteker sebelum memakai obat apa pun untuk nyeri haid.
  • Kontrasepsi hormonal. Pil KB, implan, suntik, atau IUD hormonal dapat menipiskan lapisan rahim, sehingga haid lebih sedikit dan nyerinya berkurang [1][7]. Pilihan ini dibicarakan dengan dokter, terutama bila Anda tidak sedang merencanakan kehamilan [7].
  • TENS. Alat kecil yang mengalirkan arus listrik lemah ke kulit untuk mengurangi nyeri [1].
  • Terapi lain. Akupunktur, akupresur, dan fisioterapi mungkin membantu sebagian orang [7].
  • Mengobati penyebabnya. Pada dismenore sekunder, pengobatan diarahkan pada kondisi yang mendasarinya. Contohnya, radang panggul biasanya perlu antibiotik, sedangkan mioma dapat ditangani dengan obat atau operasi [1]. Operasi umumnya baru dipertimbangkan bila pengobatan lain tidak meredakan nyeri [7].

Bila obat tidak meredakan nyeri, langkah berikutnya adalah mencari penyebab nyeri tersebut, bukan sekadar menambah obat [7]. Bagaimana dengan vitamin B1 atau suplemen magnesium? Keduanya mungkin membantu, tetapi menurut ACOG penelitiannya belum cukup untuk menganjurkannya sebagai pengobatan nyeri haid [7].

Kapan nyeri haid perlu diperiksa ke dokter

Buat janji dengan dokter bila [1]:

  • haid menjadi lebih nyeri, lebih banyak, atau tidak teratur;
  • nyeri haid membuat Anda tidak bisa beraktivitas seperti biasa;
  • Anda merasa nyeri saat berhubungan seksual, saat buang air kecil, atau saat buang air besar;
  • ada perdarahan di antara dua masa haid;
  • pola buang air kecil atau buang air besar berubah;
  • perut membengkak;
  • nafsu makan hilang, atau berat badan turun tanpa sebab;
  • nyeri panggul hilang timbul atau tidak kunjung hilang, termasuk nyeri yang menetap setelah haid selesai [3][6].

Segera cari pertolongan pada hari yang sama bila nyeri haid atau nyeri panggul terasa sangat berat atau lebih parah dari biasanya, dan obat pereda nyeri tidak membantu [1].

Cari pertolongan pada hari yang sama juga bila nyeri panggul disertai salah satu tanda berikut: demam tinggi atau menggigil; keputihan, cairan, atau perdarahan yang tidak biasa dari vagina; nyeri saat buang air kecil; sulit buang air kecil atau buang air besar; darah dalam urine atau tinja; atau muntah [6]. Tanda-tanda ini bisa berasal dari infeksi atau kondisi lain yang perlu segera diperiksa [6].

Tanda darurat: segera ke IGD

Hubungi 119 atau 112, atau segera ke IGD (instalasi gawat darurat) rumah sakit terdekat, bila nyeri panggul disertai salah satu tanda berikut [6]:

  • nyeri hebat, makin parah, atau sakit saat bergerak atau saat area itu disentuh;
  • merasa akan pingsan, pusing, atau sampai pingsan;
  • nyeri di ujung bahu;
  • sulit bernapas;
  • perdarahan berat dari vagina;
  • tiba-tiba merasa bingung.

Layanan 119 dan 112 belum menjangkau semua kabupaten dan kota. Bila tidak tersambung, langsung ke IGD terdekat. Jangan menyetir sendiri ke rumah sakit [6].

Bila Anda sedang hamil atau mungkin hamil dan mengalami nyeri panggul, segera hubungi tenaga kesehatan [6]. NHS menyebut kehamilan di luar kandungan sebagai penyebab nyeri panggul yang jarang, tetapi serius [6].

Sumber

  1. NHS. Period pain (tab baru). 2026.
  2. Tim Promkes RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Dismenore (Nyeri Haid) (tab baru). Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. 2022.
  3. World Health Organization. Endometriosis (tab baru). 2025.
  4. Jo J, Lee SH. Heat therapy for primary dysmenorrhea: a systematic review and meta-analysis of its effects on pain relief and quality of life (tab baru). Scientific Reports, 2018.
  5. Armour M, Ee CC, Naidoo D, dkk. Exercise for dysmenorrhoea (tab baru). Cochrane Database of Systematic Reviews, 2019.
  6. NHS. Pelvic pain (tab baru). 2025.
  7. American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Dysmenorrhea: Painful Periods (tab baru). 2020, ditinjau 2022.
  8. NHS. PMS (premenstrual syndrome) (tab baru). 2024.
  9. Armour M, Parry K, Manohar N, dkk. The Prevalence and Academic Impact of Dysmenorrhea in 21,573 Young Women: A Systematic Review and Meta-Analysis (tab baru). Journal of Women’s Health, 2019.