Luka bakar: derajat, pertolongan pertama, dan kapan ke dokter
Langkah yang tepat di menit-menit pertama membatasi kerusakan kulit. Kenali derajat luka bakar, cara mendinginkannya dengan air mengalir, bahan yang tidak boleh dioleskan, dan tanda yang perlu segera ditangani di IGD.
- Terbit
- Diperbarui
- Waktu baca
- 5 menit
Daftar isi
Disusun oleh Redaksi Artikel Kesehatan. Riset dibantu AI, lalu setiap fakta diperiksa redaksi terhadap sumber di bawah. Baca Kebijakan Redaksi
Luka bakar adalah kerusakan pada kulit atau jaringan tubuh lain. Penyebab utamanya panas, tetapi luka bakar juga bisa terjadi karena listrik, bahan kimia, radiasi, atau gesekan [3]. Menurut WHO, luka bakar menyebabkan sekitar 180.000 kematian setiap tahun, sebagian besar di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Kebanyakan kejadian berlangsung di rumah dan di tempat kerja [1].
Banyak luka bakar kecil dapat ditangani di rumah. Yang menentukan adalah langkah di menit-menit pertama: hentikan sumber panas, dinginkan dengan air mengalir, dan kenali tanda yang perlu segera ditangani tenaga kesehatan.
Penyebab yang sering terjadi dan cara mencegahnya
Rumah adalah tempat yang paling sering. Dalam survei di Bangladesh dan Etiopia, 80 sampai 90% luka bakar terjadi di rumah. WHO mencatat perempuan dan anak-anak umumnya terluka di dapur, sedangkan laki-laki lebih sering terluka di tempat kerja [1]. Penyebab yang sering ditemui:
- Cairan panas atau uap, misalnya air mendidih, kuah, atau uap dari panci [2].
- Panas kering, seperti api atau setrika panas [2].
- Minyak goreng panas [4].
- Listrik dan bahan kimia [2].
Anak-anak sangat rentan. Luka bakar adalah penyebab kelima tersering cedera tidak fatal pada anak [1]. Beberapa langkah pencegahan dari WHO [1]:
- Jauhkan anak dari kompor, dan letakkan kompor di tempat yang stabil.
- Hindari pakaian longgar saat memasak di dekat api.
- Turunkan suhu air panas dari keran atau pemanas air.
- Jangan merokok di tempat tidur, dan pilih pemantik yang tidak mudah dinyalakan anak.
Derajat luka bakar dan cara mengenalinya
Tenaga kesehatan membagi luka bakar menurut kedalamannya. Kementerian Kesehatan menjelaskan tiga derajat berikut [3][4]:
- Derajat 1. Hanya mengenai lapisan kulit terluar. Kulit tampak merah, bengkak, dan terasa nyeri.
- Derajat 2. Mengenai dua lapisan kulit. Muncul lepuh berisi cairan, kemerahan, dan bengkak.
- Derajat 3. Mengenai lapisan yang lebih dalam. Kulit bisa tampak putih atau hitam, dan area itu bisa terasa mati rasa.
Selain kedalaman, luas dan letak luka juga penting. Luka bakar derajat 2 dianggap berat bila lebih lebar dari sekitar tiga inci (kurang lebih 7,5 cm), atau bila mengenai wajah, tangan, kaki, kelamin, bokong, atau sendi besar. Luka bakar derajat 3 selalu tergolong berat [3].
Daftar ini membantu Anda memutuskan langkah berikutnya, bukan untuk menetapkan diagnosis. Bila ragu tentang kedalaman atau luas luka, periksakan ke tenaga kesehatan.
Pertolongan pertama luka bakar
Lakukan langkah berikut secepat mungkin:
- Pastikan Anda aman. Matikan aliran listrik sebelum menyentuh korban sengatan listrik. Pakai sarung tangan bila ada bahan kimia [1][3].
- Hentikan proses terbakar. Bila pakaian terbakar, minta korban berguling di tanah, tutup dengan selimut, atau siram dengan air [1].
- Dinginkan dengan air mengalir. NHS menganjurkan air mengalir yang sejuk selama 20 menit, dimulai sesegera mungkin dan paling lambat 3 jam setelah kejadian [2]. Kementerian Kesehatan menyebut air bersuhu ruang selama sekitar 15 menit [4]. Bila tidak ada keran, pakai air kemasan yang sejuk atau handuk basah [2]. Untuk bahan kimia, bilas dengan air dalam jumlah banyak [1].
- Lepaskan pakaian dan perhiasan di sekitar luka. Jangan menarik bahan yang menempel pada luka [2]. Bila perlu, gunting pakaian itu perlahan [4].
- Tutup luka dengan longgar. Setelah dingin, letakkan plastik wrap makanan di atas luka tanpa melilitkannya [2], atau tutup dengan kain bersih yang lembut [4].
- Jaga tubuh tetap hangat. Pendinginan yang terlalu lama dapat menyebabkan hipotermia, yaitu suhu tubuh yang turun terlalu rendah [1]. Dinginkan lukanya saja, lalu selimuti tubuh korban.
Yang tidak boleh dioleskan ke luka bakar
Banyak resep turun-temurun beredar untuk luka bakar. Pedoman WHO, NHS, dan Kementerian Kesehatan justru meminta Anda menghindari hal-hal berikut:
- Es atau air es. Es dapat memperdalam luka [1][3]. Kompres dingin pun tidak boleh menempel langsung ke kulit [4].
- Pasta gigi, minyak goreng, kecap, mentega, atau krim. Kementerian Kesehatan meminta Anda tidak mengoleskan pasta gigi, minyak goreng, atau kecap [3]. NHS melarang krim, minyak, dan mentega [2].
- Kunyit, pasta, atau kapas. WHO menyebut pasta, minyak, kunyit, dan kapas mentah sebagai bahan yang tidak boleh diletakkan di luka [1].
- Plester atau perban yang lengket [2].
- Memecahkan lepuh. Biarkan lepuh utuh [2][3], karena lepuh yang pecah dapat memicu infeksi [4].
- Obat oles apa pun sebelum diperiksa. WHO menganjurkan agar luka tidak diberi obat oles sebelum korban mendapat perawatan medis [1].
Luka bakar karena sinar matahari
Kulit yang terbakar matahari juga termasuk luka bakar. Kulit terasa panas saat disentuh dan perih, lalu bisa mengelupas beberapa hari kemudian. Sengatan matahari yang berat dapat menimbulkan lepuh. Pada kulit putih, warnanya menjadi merah atau merah muda. Pada kulit cokelat atau gelap, warnanya mungkin hampir tidak berubah [5].
Langkah yang dianjurkan NHS [5]:
- Segera menjauh dari sinar matahari.
- Dinginkan kulit dengan mandi air sejuk atau handuk basah. Pastikan bayi dan anak kecil tetap cukup hangat.
- Oleskan pelembap tanpa pewangi.
- Minum banyak air, dan hindari alkohol.
- Tutupi kulit yang terbakar dari sinar matahari langsung sampai pulih.
Jangan oleskan petroleum jelly, jangan tempelkan es, jangan memecahkan lepuh atau mengelupas kulit, dan jangan memakai pakaian ketat di area itu [5]. Segera cari pertolongan medis bila kulit melepuh atau bengkak, atau bila muncul demam tinggi, menggigil, rasa sangat lelah, pusing, mual, sakit kepala, atau kram otot. Bawa juga bayi atau anak kecil yang terbakar matahari ke tenaga kesehatan. Sengatan matahari yang berat dapat berlanjut menjadi kelelahan akibat panas dan sengatan panas (heatstroke), yang bisa sangat serius [5].
Kapan luka bakar perlu ke dokter atau IGD
Hubungi 119 atau 112, atau segera ke IGD (instalasi gawat darurat) rumah sakit terdekat, bila:
- luka bakar luas atau dalam, termasuk semua luka bakar derajat 3 [2][3];
- luka lebih lebar dari telapak tangan korban [6], atau luka derajat 2 lebih lebar dari sekitar 7,5 cm [3];
- kulit tampak putih atau hangus, berapa pun ukuran lukanya [6];
- luka mengenai wajah, tangan, lengan, kaki, tungkai, kelamin, bokong, atau sendi besar [2][3][6];
- luka disebabkan oleh listrik atau bahan kimia [2]. Luka bakar listrik bisa tampak ringan, tetapi tetap dapat merusak jaringan dengan parah [6];
- korban menghirup asap atau uap. Gejalanya bisa muncul belakangan: batuk, sakit tenggorokan, sulit bernapas, bulu hidung hangus, atau luka bakar di wajah [6];
- muncul tanda syok: kulit dingin dan lembap, berkeringat, napas cepat dan dangkal, lemas, atau pusing [6].
Layanan 119 dan 112 belum menjangkau semua kabupaten dan kota. Bila tidak tersambung, langsung ke IGD terdekat. Jangan menyetir sendiri ke rumah sakit. Minta orang lain mengantar, atau hubungi layanan gawat darurat. Bawa daftar obat yang sedang Anda minum [2]. Bila wajah atau mata terbakar, usahakan korban tetap duduk tegak selama menunggu [6].
Segera cari pertolongan medis juga bila korban memiliki penyakit jantung, paru, hati, atau diabetes, atau bila daya tahan tubuhnya lemah, misalnya karena HIV atau kemoterapi [6]. Untuk anak di bawah 5 tahun, NHS Inggris menganjurkan meminta saran tenaga kesehatan [2]. NHS Wales menganjurkan pertolongan medis segera untuk anak di bawah 10 tahun [6].
Luka bakar yang menimbulkan lepuh sebaiknya diperiksa tenaga kesehatan [6]. Untuk luka bakar ringan pada orang dewasa pun, Kementerian Kesehatan menganjurkan pemeriksaan ke dokter atau rumah sakit agar luka dirawat dengan benar [4].
Tanda infeksi. Selama luka pulih, temui dokter bila luka terasa makin nyeri atau berbau, bila suhu tubuh mencapai 38 °C atau lebih, atau bila kulit di sekitarnya makin merah dan bengkak [6]. Infeksi luka bakar memang jarang berlanjut menjadi sepsis (keracunan darah), tetapi kondisi itu dapat berakibat fatal bila tidak ditangani [6].
Sumber
- World Health Organization. Burns. 2023.
- NHS. Burns and scalds. 2026.
- Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Luka Bakar, Simak Cara Mengatasinya. 2024.
- Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Penanganan Awal Luka Bakar. 2022.
- NHS. Sunburn. 2025.
- NHS 111 Wales. Burns and scalds. 2026.