Gejala

Sariawan: penyebab, perawatan di rumah, dan tanda bahaya

Sariawan umumnya sembuh sendiri, tetapi bisa sangat mengganggu. Kenali pemicunya, perawatan yang aman di rumah, sariawan pada anak, dan tanda yang perlu diperiksa.

Terbit
Diperbarui
Waktu baca
8 menit
Sariawan: penyebab, perawatan di rumah, dan tanda bahaya — Ilustrasi kilatan bintang di dalam lingkaran berpetak, dengan segelas air di kiri dan kalender di kanan.

Disusun oleh Redaksi Artikel Kesehatan. Riset dibantu AI, lalu setiap fakta diperiksa redaksi terhadap sumber di bawah. Baca Kebijakan Redaksi

Sariawan adalah luka kecil di dalam mulut yang terasa perih, terutama saat makan, minum, atau menggosok gigi. Keluhan ini umum dan biasanya sembuh sendiri. Menurut NHS, layanan kesehatan Inggris, sariawan umumnya pulih dalam satu sampai dua minggu [1]. Kementerian Kesehatan menyebut sariawan biasa berlangsung singkat, sekitar 5 sampai 14 hari [2].

Artikel ini membahas ciri dan jenis sariawan, penyebabnya, cara merawatnya di rumah dengan aman, pemeriksaan dari dokter, dan tanda bahaya yang membuat Anda perlu ke dokter atau dokter gigi.

Apa itu sariawan

Kementerian Kesehatan RI menjelaskan sariawan, atau stomatitis, sebagai peradangan pada lapisan lunak di dalam mulut. Luka ini bisa muncul di bagian dalam bibir, pipi, lidah, gusi, atau langit-langit mulut [3]. Sariawan tidak menular [1].

Jenis yang paling umum disebut stomatitis aftosa. Kementerian Kesehatan menggambarkannya sebagai luka kecil berwarna putih atau kekuningan dengan tepi kemerahan [3]. Sebuah tinjauan ilmiah tahun 2017 menyebut stomatitis aftosa sebagai peradangan pada lapisan mulut yang terasa nyeri dan sering kambuh [4].

Sariawan jenis ini perlu dibedakan dari luka mulut karena penyebab lain, misalnya infeksi virus herpes atau jamur [3]. Luka kecil di bibir atau di sekitar mulut yang diawali rasa geli, gatal, atau panas biasanya bukan sariawan, melainkan luka akibat virus herpes (cold sore) [1]. Pembedaan ini dilakukan oleh dokter atau dokter gigi lewat pemeriksaan.

Sariawan berulang adalah penyakit mulut jangka panjang yang paling sering ditemui. Menurut tinjauan ilmiah tahun 2014, kondisi ini dialami sekitar 5 sampai 25 persen populasi di berbagai negara, lebih sering pada usia 10 sampai 40 tahun dan pada perempuan [5]. Angka ini bukan data Indonesia.

Ciri-ciri sariawan

Sariawan biasanya berawal dari bintik merah yang nyeri, lalu menjadi luka terbuka yang bulat atau lonjong [5][6]. Bagian tengahnya putih atau kuning dengan tepi merah, ukurannya umumnya kurang dari 1 sentimeter, dan warnanya menjadi keabuan saat mulai sembuh [6]. Anda bisa mengalami lebih dari satu sariawan sekaligus [1].

Nyeri biasanya mereda dalam 7 sampai 10 hari, tetapi luka bisa memerlukan 1 sampai 3 minggu untuk sembuh sepenuhnya [6]. Kadang sariawan disertai demam, rasa tidak enak badan, atau pembengkakan kelenjar getah bening, tetapi ini lebih jarang [6].

Nyeri mereda: 7–10 hari [6]Umumnya pulih: 1–2 minggu [1]Luka sembuh penuh: 1–3 minggu [6]01 mgg2 mgg3 mgg4 mggBelum sembuh lewat 3 minggu: periksakan [1]
Waktu pulih sariawan biasa, dihitung sejak luka muncul. Sumber: NHS, Mouth ulcers [1]; MedlinePlus, Canker sore [6].

Sariawan di lidah

Sariawan paling sering muncul di bagian dalam pipi dan bibir, tetapi juga bisa muncul di lidah [1][6]. Lidah mudah tergigit saat makan atau berbicara, dan gigitan ini bisa memicu sariawan [6]. Perawatannya sama dengan sariawan di tempat lain. Luka di lidah yang tidak sembuh lebih dari 3 minggu perlu diperiksakan ke dokter atau dokter gigi [1].

Tiga jenis sariawan berulang

Sariawan berulang dibagi menjadi tiga jenis [5]:

  • Sariawan minor. Paling umum, sekitar 70 sampai 85 persen kasus. Muncul 1 sampai 5 luka kecil yang sembuh dalam 4 sampai 14 hari tanpa bekas.
  • Sariawan mayor. Sekitar 10 persen kasus. Lukanya lebih dari 1 sentimeter, bisa bertahan lebih dari 6 minggu, dan dapat meninggalkan bekas.
  • Sariawan herpetiformis. Sekitar 1 sampai 10 persen kasus. Muncul banyak luka kecil yang nyeri, hingga 100 sekaligus, yang bisa menyatu menjadi luka lebih besar.
Minor70–85%kasus1–5 luka kecilsembuh 4–14 hariMayor±10%kasuslebih dari 1 cmbisa > 6 mingguHerpetiformis1–10%kasushingga 100 lukabisa menyatu
Tiga jenis sariawan berulang. Lingkaran menggambarkan jumlah dan ukuran luka, bukan foto luka. Sumber: Belenguer-Guallar dkk., 2014 [5].

Bila sariawan Anda lebih besar dari biasanya atau terasa berbeda dari sariawan sebelumnya, periksakan ke dokter atau dokter gigi [1].

Penyebab dan pemicu sariawan

Menurut NHS, sebagian besar sariawan tunggal dipicu oleh hal yang bisa Anda coba hindari [1]:

  • Tergigit bagian dalam pipi atau bibir.
  • Gesekan dari gigi tiruan atau kawat gigi yang kurang pas, tambalan yang kasar, atau gigi yang tajam.
  • Luka karena minuman yang terlalu panas atau makanan yang keras.
  • Gusi terluka karena sikat gigi, atau pasta gigi yang membuat iritasi.
  • Kelelahan, stres, atau rasa cemas.
  • Intoleransi atau alergi makanan.
Sikat gigi berbulu biru dan putih dengan pasta gigi di atasnya, dengan latar merah. (tab baru)
Sikat gigi yang terlalu keras dan pasta gigi tertentu bisa melukai atau mengiritasi gusi. Foto: Ivan Radic / Wikimedia Commons (tab baru), CC BY 2.0 (tab baru)

Ada juga pemicu yang tidak selalu bisa dikendalikan [1]:

  • Perubahan hormon, misalnya saat hamil.
  • Faktor keturunan. Sariawan lebih sering muncul pada keluarga tertentu.
  • Kekurangan zat gizi, seperti zat besi, seng, asam folat, vitamin B, atau vitamin D.
  • Efek samping obat tertentu, misalnya sebagian obat antinyeri golongan OAINS (obat antiinflamasi nonsteroid) dan beberapa obat jantung atau tekanan darah.
  • Baru berhenti merokok.

Bila Anda menduga sariawan muncul karena obat yang sedang Anda minum, jangan menghentikan obat itu sendiri. Bicarakan dulu dengan dokter atau apoteker.

Kementerian Kesehatan juga menyebut infeksi virus atau jamur, reaksi alergi terhadap makanan atau obat, dan daya tahan tubuh yang menurun sebagai penyebab sariawan pada anak [3]. Sariawan yang kambuh berulang tanpa penyakit yang mendasarinya disebut stomatitis aftosa rekuren [4]. Penyebab pastinya belum diketahui [5].

Sariawan yang muncul banyak sekaligus kadang menjadi gejala kondisi lain, misalnya penyakit tangan, kaki, dan mulut, gangguan pencernaan seperti penyakit Crohn dan penyakit seliak, atau daya tahan tubuh yang lemah [1].

Perawatan sariawan di rumah

Sariawan memerlukan waktu untuk pulih, dan tidak ada cara instan untuk menyembuhkannya. Menghindari hal yang membuat luka teriritasi dapat membantu luka lebih cepat pulih, mengurangi nyeri, dan mengurangi kemungkinan kambuh [1].

Yang dianjurkan

  • Pakai sikat gigi berbulu lembut, dan sikat gigi dengan perlahan [1].
  • Pilih makanan yang lunak, seperti bubur, sup, atau nasi tim [1].
  • Minum cukup air [3]. Minuman dingin bisa diminum dengan sedotan [1].
  • Tetap makan dengan gizi seimbang [1].
  • Periksakan gigi secara rutin ke dokter gigi [1].
Semangkuk bubur nasi dengan sedikit sayuran hijau dan sendok bebek di dalamnya. (tab baru)
Makanan lunak seperti bubur lebih nyaman dimakan saat sariawan. Foto: DFW FAA Brianvators / Wikimedia Commons (tab baru), CC BY-SA 4.0 (tab baru)

Yang sebaiknya dihindari

  • Makanan yang sangat pedas, asin, atau asam [1].
  • Makanan keras dan renyah, seperti keripik atau roti panggang [1].
  • Minuman yang sangat panas atau asam, termasuk jus buah [1].
  • Pasta gigi yang mengandung sodium lauryl sulphate (SLS) [1].
  • Obat kumur yang mengandung alkohol, karena dapat membuat luka makin teriritasi [6].

Berkumur dengan air garam hangat adalah cara perawatan yang disebut oleh Kementerian Kesehatan dan NHS [1][3]. Setelah berkumur, buang airnya dan jangan ditelan [1]. Karena itu, cara ini hanya cocok untuk anak yang sudah bisa berkumur [3].

Obat tanpa resep untuk meredakan nyeri

Bila nyeri mengganggu, beberapa golongan obat tanpa resep dapat membantu meredakan nyeri atau mencegah infeksi, misalnya obat kumur antiseptik serta gel, semprot, atau tablet pereda nyeri [1]. Tidak semua obat cocok untuk setiap orang. Konsultasikan ke dokter, dokter gigi, atau apoteker sebelum memakainya, dan ikuti petunjuk pada kemasan. Untuk anak, berikan obat hanya sesuai anjuran dokter [3].

Mencegah sariawan kambuh

Tidak semua sariawan bisa dicegah. Namun, beberapa pemicu yang disebut NHS dapat dikurangi [1]:

  • Minta dokter gigi memeriksa gigi tiruan, kawat gigi, tambalan, atau gigi yang tajam bila sering melukai mulut.
  • Kenali makanan atau pasta gigi yang tampaknya memicu sariawan Anda, lalu kurangi.
  • Jaga waktu istirahat dan kelola stres, seperti dibahas dalam artikel pola hidup sehat.

Sariawan, makanan, dan vitamin

Kekurangan zat besi, asam folat, vitamin B12, atau seng memang bisa memicu sariawan [1][6]. Namun, sebagian besar sariawan tunggal dipicu hal sehari-hari, seperti tergigit atau gesekan gigi [1]. Kekurangan zat gizi hanya bisa dipastikan lewat tes darah, yang dapat dianjurkan dokter pada sariawan berulang [5]. Jangan memulai suplemen sendiri tanpa saran dokter atau apoteker.

Sehari-hari, makanlah dengan gizi seimbang [1]. Panduan memilih makanan sehat dapat membantu. Saat sariawan muncul, pilih makanan yang lunak dan hindari makanan yang membuat perih.

Pemeriksaan dan pengobatan dari dokter

Dokter atau dokter gigi biasanya mengenali sariawan cukup dengan melihat lukanya [6]. Tidak ada tes khusus untuk sariawan berulang. Bila sariawan muncul tiba-tiba pada orang dewasa, lukanya besar, atau ada luka di bagian tubuh lain, dokter dapat menganjurkan tes darah untuk mencari penyakit yang mendasarinya, termasuk kadar zat besi, vitamin B12, dan asam folat [5]. Biopsi, yaitu pengambilan sampel kecil jaringan, dilakukan bila penyebabnya belum jelas [5][6].

Untuk sariawan yang berat, menetap, atau terinfeksi, dokter atau dokter gigi dapat meresepkan obat yang lebih kuat, misalnya obat antiradang golongan kortikosteroid, obat pereda nyeri, atau obat kumur antikuman [1]. Jenis obat dan cara memakainya ditentukan oleh dokter sesuai kondisi Anda. Belum ada pengobatan yang menyembuhkan sariawan berulang secara tuntas. Pengobatan bertujuan meredakan nyeri dan peradangan [5].

Sariawan pada anak

Sariawan juga umum dialami anak-anak dan dapat membuat mereka rewel serta enggan makan atau minum [3]. Kementerian Kesehatan menganjurkan orang tua untuk [3]:

  • memberi makanan yang lunak, tidak asam, dan tidak pedas;
  • menjaga anak tetap cukup minum agar tidak kekurangan cairan;
  • membantu anak menyikat gigi dengan sikat yang lembut.

Bila anak mengalami banyak sariawan sekaligus dan muncul ruam di tangan dan kaki, penyebabnya bisa penyakit tangan, kaki, dan mulut [1]. Periksakan anak ke dokter untuk memastikannya.

Bawa anak ke dokter atau dokter gigi bila sariawan berlangsung lebih dari 7 sampai 10 hari, anak demam tinggi, anak menolak makan atau minum, luka menyebar atau bernanah, atau sariawan sering kambuh tanpa sebab yang jelas [3].

Bayi dan anak lebih rentan kekurangan cairan [7]. Hubungi dokter pada hari yang sama bila anak yang sulit minum tampak mengantuk, lebih jarang buang air kecil, menangis dengan sedikit atau tanpa air mata, atau ubun-ubun bayi tampak cekung [7]. Segera ke IGD (instalasi gawat darurat) bila anak sulit dibangunkan, tampak bingung, sulit bernapas atau bernapas sangat cepat, bila kulit, bibir, atau lidahnya tampak pucat, kebiruan, keabuan, atau belang, atau bila kulitnya terasa dingin [7]. Hubungi 119 atau 112 bila perlu. Kedua layanan belum menjangkau semua kabupaten dan kota. Bila tidak tersambung, langsung ke IGD terdekat.

Kapan perlu ke dokter atau dokter gigi

NHS menyarankan untuk menemui dokter atau dokter gigi bila [1]:

  • sariawan tidak sembuh lebih dari 3 minggu;
  • sariawan terasa berbeda dari biasanya, misalnya lebih besar atau berada dekat tenggorokan;
  • luka berdarah, atau makin nyeri dan merah, yang bisa menandakan infeksi.

Temui dokter bila ada luka di bagian tubuh lain, misalnya di kulit atau alat kelamin, atau bila sendi terasa nyeri, merah, atau bengkak [1].

MedlinePlus juga menyarankan untuk menghubungi dokter bila sariawan makin parah, kambuh lebih dari 2 atau 3 kali dalam setahun, atau disertai demam, diare, sakit kepala, atau ruam kulit [6].

NHS juga mengingatkan bahwa luka di mulut yang tidak kunjung sembuh kadang merupakan tanda kanker mulut [1]. Di Inggris, pedoman NICE menganjurkan dokter untuk mempertimbangkan rujukan cepat ke pemeriksaan kanker mulut bila ada luka di rongga mulut yang tidak jelas penyebabnya dan berlangsung lebih dari 3 minggu [8].

Periksakan juga ke dokter atau dokter gigi bila ada bercak merah atau putih di dalam mulut, benjolan di mulut, bibir, atau leher, nyeri mulut yang tidak hilang, sulit menelan atau berbicara, atau suara serak yang menetap [9]. Kementerian Kesehatan menambahkan mati rasa di mulut sebagai gejala lain [2], dan menganjurkan pemeriksaan bila keluhan berlangsung lebih dari tiga minggu, terutama pada perokok atau orang yang sering minum alkohol [2]. Gejala-gejala ini sangat umum dan bisa berasal dari kondisi lain, jadi mengalaminya tidak berarti pasti kanker mulut. Meski begitu, gejala ini tetap perlu diperiksakan ke dokter atau dokter gigi [9].

Sariawan yang sering kambuh juga perlu dibicarakan dengan dokter. Tinjauan ilmiah tahun 2017 mencatat bahwa sariawan berulang dapat berkaitan dengan kondisi lain di dalam tubuh [4]. Dokter dapat menilai apakah Anda memerlukan pemeriksaan lanjutan.

Sumber

  1. NHS. Mouth ulcers (tab baru). 2024.
  2. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan (RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah). Sariawan, Pertanda Kanker Lidah? (tab baru). 2022.
  3. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan (RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro). Apa itu Stomatitis pada Anak (tab baru). 2025.
  4. Edgar NR, Saleh D, Miller RA. Recurrent Aphthous Stomatitis: A Review (tab baru). Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology, 2017.
  5. Belenguer-Guallar I, Jiménez-Soriano Y, Claramunt-Lozano A. Treatment of recurrent aphthous stomatitis. A literature review (tab baru). Journal of Clinical and Experimental Dentistry, 2014.
  6. MedlinePlus, U.S. National Library of Medicine. Canker sore (tab baru). 2025.
  7. NHS. Dehydration (tab baru). 2026.
  8. NICE (National Institute for Health and Care Excellence). Suspected cancer: recognition and referral (NG12), rekomendasi 1.8.2 (tab baru). 2015, diperbarui 2026.
  9. NHS. Symptoms of mouth cancer (tab baru). 2023.