Rambut rusak: ciri, penyebab, dan cara merawatnya
Rambut kusam, kasar, dan bercabang sering berawal dari kebiasaan harian: panas alat penata, bahan kimia, dan gesekan. Kenali ciri-cirinya, cara merawatnya menurut penelitian, dan kapan perlu ke dokter.
- Terbit
- Diperbarui
- Waktu baca
- 4 menit
Daftar isi
Disusun oleh Redaksi Artikel Kesehatan. Riset dibantu AI, lalu setiap fakta diperiksa redaksi terhadap sumber di bawah. Baca Kebijakan Redaksi
Rambut rusak terasa kasar, tampak kusam, mudah mengembang, dan ujungnya bercabang. Kerusakan ini terjadi pada batang rambut, yaitu bagian rambut yang tampak di luar kulit kepala. Penyebabnya sering berasal dari kebiasaan sehari-hari: panas alat penata rambut, bahan kimia, dan gesekan saat menyisir [1].
Kabar baiknya, sebagian besar penyebab itu bisa Anda kendalikan. Artikel ini membahas ciri-ciri rambut rusak, penyebabnya, cara merawatnya, dan tanda yang perlu diperiksakan ke dokter.
Ciri-ciri rambut rusak
Lapisan terluar batang rambut disebut kutikula. Lapisan ini melindungi bagian dalam rambut, yaitu korteks. Bila kutikula terkikis, korteks terbuka dan lebih mudah rusak, sampai serat rambut bisa patah [1]. Dari luar, kerusakan itu tampak sebagai berikut [1][2]:
- Rambut tampak kusam dan terasa kasar.
- Rambut mudah mengembang atau kusut.
- Ujung rambut bercabang, sehingga panjang rambut tidak rata.
- Rambut mudah patah saat disisir.
- Rambut terasa kering karena kadar airnya berkurang.
- Warna rambut berubah, misalnya menjadi lebih terang, setelah sering terkena panas.
Penyebab rambut rusak
Beberapa penyebab yang paling sering:
- Panas dari alat penata rambut. Sebuah penelitian pada pengering rambut menemukan bahwa permukaan rambut makin rusak saat suhu makin tinggi. Kadar air rambut juga turun, dan warna rambut berubah lebih terang setelah sepuluh kali perlakuan [2].
- Bahan kimia. Pemutih, pewarna, dan pelurus rambut dapat melemahkan rambut [1]. Pelurus kimia dapat merusak batang rambut, mengubah warnanya, dan menyebabkan rambut rontok. Pada sebagian penelitian, pelurus juga dikaitkan dengan eksim, kulit kepala mengelupas, nyeri, luka bakar, dan peradangan pada kulit kepala [3].
- Gesekan. Ujung bercabang lebih mudah terbentuk karena gesekan. Menyisir rambut yang kering dan tidak dilapisi kondisioner bisa membuat rambut patah [1].
- Sinar matahari. Sinar matahari ikut melemahkan rambut, terutama rambut yang sudah diberi perawatan kimia [1].
- Menarik rambut saat basah. Rambut basah yang ditarik terlalu kuat dapat mengalami perubahan yang tidak bisa pulih [1].
- Sabun batang untuk keramas. Sabun meninggalkan sisa bersifat basa yang merugikan rambut dan kulit [1].
Cara merawat rambut rusak
Tujuan perawatan adalah mencegah kerusakan bertambah dan membuat rambut lebih mudah diatur. Berikut cara mengatasi rambut rusak yang didukung penelitian:
- Atur panas, jangan hanya menghindarinya. Kerusakan bertambah seiring suhu, jadi pilih pengaturan suhu yang lebih rendah [2]. Penelitian yang sama juga menemukan hal yang menarik: pengering rambut yang dipakai pada jarak sekitar 15 cm dan terus digerakkan menimbulkan kerusakan lebih sedikit daripada membiarkan rambut kering sendiri [2].
- Pakai kondisioner. Kondisioner mengurangi gesekan, membuat rambut tidak mudah kusut, mengurangi rambut mengembang, dan memudahkan rambut disisir. Kondisioner juga membantu merapatkan kutikula dan membuat rambut lebih berkilau [1]. Produk tanpa bilas (leave-on), silikon, dan minyak nabati juga dipakai untuk melumasi rambut dan merapatkan kutikula. Pada rambut lurus yang belum pernah diberi perawatan kimia, produk tanpa bilas bisa membuat rambut tampak berminyak dan kusam [1].
- Keramas dengan sampo, bukan sabun batang. Sampo tidak hanya membersihkan kulit kepala. Sampo juga ikut mencegah kerusakan batang rambut [1].
- Keramas dengan cara yang lembut. Oleskan sampo ke kulit kepala bagian demi bagian. Jangan menumpuk sampo di puncak kepala, karena cara itu menambah gesekan dan membuat rambut kusut. Setelah dibilas, keringkan rambut dengan handuk secara perlahan, tanpa digosok kuat. Oleskan kondisioner pada batang rambut, bukan pada kulit kepala, lalu bilas sampai bersih [1].
- Sisir dengan lembut. Jangan menarik rambut dengan kuat, terutama saat rambut masih basah. Menyisir setelah memakai kondisioner mengurangi risiko rambut patah [1].
- Beri jeda dari perawatan kimia. Pemutih, pewarna, dan pelurus sama-sama melemahkan rambut [1]. Bila Anda memakai pelurus di salon, tanyakan bahan yang dipakai. Sebagian produk pelurus memakai formaldehida atau turunannya. Formaldehida adalah zat tak berwarna yang sangat beracun, dan di Brasil pemakaiannya sebagai pelurus dilarang [3]. Kerusakan terbesar akibat produk pelurus atau pengeriting sering kali terjadi karena produk dipakai dengan cara yang salah [1].
- Lindungi rambut dari matahari. Pakai topi atau payung saat lama berada di bawah terik matahari [1].
Rambut keriting perlu perhatian lebih
Rambut keriting dan bergelombang cenderung memiliki kulit kepala yang berminyak tetapi batang rambut yang kering. Minyak alami dari kulit kepala sulit menyebar di sepanjang rambut yang ikal. Rambut yang sangat keriting juga peka dan mudah patah, padahal rambut jenis ini sering diluruskan dengan alat panas atau bahan kimia [1].
Bila rambut Anda keriting, langkah perawatan di atas makin penting: kondisioner, cara menyisir yang lembut, dan jeda yang cukup dari pelurusan. Efek jangka panjang pelurus kimia pada rambut dan kulit kepala juga belum diketahui [3].
Rambut rusak atau rambut rontok?
Rambut rusak biasanya patah di tengah batang atau di ujung. Rambut rontok berbeda: helai rambut lepas dari akarnya. Rambut rontok sementara bisa terjadi karena sakit, stres, pengobatan kanker, penurunan berat badan, atau kekurangan zat besi [4]. Pelurus kimia juga dapat menyebabkan rambut rontok. Dalam salah satu penelitian yang dirangkum tinjauan tentang pelurus rambut, 13,3% peserta melaporkan rambut rontok. Di Brasil, badan pengawas setempat mewajibkan produk pelurus tertentu memperingatkan risiko rambut rontok dan perubahan warna rambut [3].
Periksakan diri ke dokter, misalnya dokter spesialis kulit, bila:
- Anda khawatir dengan rambut rontok yang Anda alami [4];
- kulit kepala terasa perih, melepuh, mengelupas, atau meradang setelah perawatan kimia [3];
- rambut rontok membuat Anda tertekan atau mengganggu kegiatan sehari-hari [4].
Dokter dapat mencari penyebabnya dengan memeriksa rambut dan kulit kepala Anda [4].
Sumber
- Gavazzoni Dias MF. Hair cosmetics: an overview. International Journal of Trichology, 2015.
- Lee Y, Kim YD, Hyun HJ, dkk. Hair shaft damage from heat and drying time of hair dryer. Annals of Dermatology, 2011.
- Hatsbach de Paula JN, Basílio FMA, Mulinari-Brenner FA. Effects of chemical straighteners on the hair shaft and scalp. Anais Brasileiros de Dermatologia, 2022.
- NHS. Hair loss. 2024.