Manfaat buah naga: kandungan gizi dan cara menikmatinya
Buah naga kaya air, serat, vitamin, dan antioksidan. Simak kandungan gizinya, manfaat yang didukung sumber resmi, klaim yang buktinya masih terbatas, dan kaitannya dengan asam lambung.
- Terbit
- Diperbarui
- Waktu baca
- 8 menit
Daftar isi
Disusun oleh Redaksi Artikel Kesehatan. Riset dibantu AI, lalu setiap fakta diperiksa redaksi terhadap sumber di bawah. Baca Kebijakan Redaksi
Buah naga mudah dikenali dari kulitnya yang merah muda menyala dan daging buahnya yang putih atau merah dengan biji hitam kecil. Rasanya segar dan tidak terlalu manis, sehingga banyak disukai anak-anak maupun orang dewasa. Manfaat buah naga terutama datang dari air, serat, vitamin, mineral, dan pigmen alaminya.
Artikel ini merangkum kandungan gizi buah naga merah dan putih, manfaat yang didukung sumber resmi, dan klaim yang buktinya masih terbatas. Artikel ini juga membahas urine atau tinja yang kemerahan setelah makan buah naga merah, alergi buah naga, dan cara menyiapkannya dengan aman.
Kandungan gizi buah naga
Artikel dari Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, yang dimuat di situs Kementerian Kesehatan RI, mencatat bahwa buah naga mengandung [1]:
- Serat, yang berperan dalam pencernaan.
- Antioksidan, yaitu betasianin, betaksantin, dan vitamin C.
- Vitamin B, yaitu B1, B2, dan B3.
- Mineral, seperti zat besi, kalsium, magnesium, dan kalium.
Artikel Kementerian Kesehatan lain menyebut bahwa buah naga merah memiliki kadar air dan serat pangan yang cukup tinggi. Buah naga juga merupakan sumber prebiotik, yaitu bahan makanan bagi bakteri baik di usus [2].
Angka gizi per 100 gram
Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) dari Kementerian Kesehatan mencatat buah naga merah dan buah naga putih secara terpisah. Per 100 gram daging buah segar (bagian yang dapat dimakan) [3]:
- Air: 85,7 gram (merah) dan 86,6 gram (putih).
- Energi: 71 kkal (merah) dan 56 kkal (putih).
- Karbohidrat: 9,1 gram (merah) dan 10,9 gram (putih).
- Serat: 3,2 gram pada kedua jenis.
- Protein: 1,7 gram (merah) dan 0,8 gram (putih).
- Lemak: 3,1 gram (merah) dan 1,0 gram (putih).
- Kalium: 128 mg (merah) dan 231 mg (putih).
- Kalsium: 13 mg pada kedua jenis.
- Zat besi: 0,4 mg (merah) dan 0,5 mg (putih).
- Vitamin C: 1 mg pada kedua jenis.
Dari angka ini, kekuatan utama buah naga ada pada air dan seratnya. Kadar vitamin C-nya tercatat hanya 1 mg di TKPI, jadi buah naga bukan sumber vitamin C yang utama, meski banyak artikel menyebutnya kaya vitamin C. Angka di tabel lain bisa berbeda, karena sampel buah dan cara pengukurannya berbeda.
Buah naga merah dan putih: apa bedanya
Perbedaan yang paling terlihat adalah warna daging buahnya. Warna merah keunguan pada buah naga merah berasal dari betasianin [4][5]. Betasianin termasuk kelompok pigmen betalain. Sumber utama betalain antara lain bit dan buah naga [4].
(tab baru)Kulit dan biji buah naga merah mengandung betasianin dan polifenol lebih banyak daripada daging buahnya. Namun, penelitian tentang kulitnya membahas pemanfaatan dalam produk pangan olahan, seperti roti, produk susu, dan permen [5]. Penelitian itu bukan anjuran untuk memakan kulit buah naga secara langsung.
Dari sisi gizi, TKPI mencatat bahwa buah naga merah lebih tinggi energi, protein, dan lemaknya. Buah naga putih mengandung kalium hampir dua kali lipat. Kadar seratnya sama [3]. Pilih saja jenis yang Anda sukai, dan selingi dengan buah lain agar menu Anda beragam.
Manfaat buah naga untuk kesehatan
Membantu memenuhi kebutuhan buah harian
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan setiap orang berusia di atas 10 tahun makan sedikitnya 400 gram sayur dan buah setiap hari [6]. Pedoman Isi Piringku dari Kementerian Kesehatan menganjurkan setengah piring berisi sayur dan buah pada setiap kali makan [7]. Buah naga bisa menjadi salah satu pilihan buahnya, bergantian dengan pisang, pepaya, jeruk, atau buah lokal lain.
Mendukung pencernaan
Kandungan air dan serat pada buah naga merah membantu buang air besar menjadi lebih lancar. Artikel Kementerian Kesehatan menyebut manfaat ini untuk membantu mengatasi sembelit pada anak, dengan catatan bahwa hasilnya lebih baik bila serat juga didapat dari makanan bergizi seimbang lainnya [2].
WHO menganjurkan setiap orang berusia di atas 10 tahun mendapat sedikitnya 25 gram serat per hari dari makanan, yaitu dari biji-bijian utuh, sayur, buah, dan polong-polongan [6]. Dengan 3,2 gram serat per 100 gram [3], buah naga dapat menjadi salah satu sumbernya. Pilihan sumber serat lain ada di artikel makanan berserat.
Kesehatan jantung: bukti masih awal
Serat dalam buah naga dapat membantu menurunkan kolesterol LDL, yang sering disebut kolesterol jahat. Namun, artikel Kementerian Kesehatan tentang buah naga dan jantung menyebut bahwa hasil yang lebih spesifik, seperti penurunan kolesterol total, berasal dari penelitian pada tikus. Artikel yang sama menyatakan bahwa penelitian lebih lanjut pada manusia masih diperlukan [1].
Gula darah: belum bisa menjadi pengobatan
Sebuah tinjauan sistematis tahun 2017 mengumpulkan empat uji klinis acak tentang buah naga dan gula darah, dengan total 145 peserta. Pada 36 orang dengan prediabetes, gula darah puasa rata-rata sekitar 15 mg/dL lebih rendah daripada kelompok pembanding. Pada 109 penderita diabetes tipe 2, efeknya tidak bermakna [8]. Jumlah pesertanya sedikit, jadi hasil ini belum cukup untuk dijadikan anjuran.
Bila Anda menderita diabetes, jangan mengganti obat atau anjuran dokter dengan buah naga. Tanyakan kepada dokter atau ahli gizi (dietisien) bagaimana buah dapat masuk ke dalam menu Anda.
Zat besi dan anemia: jangan terlalu berharap
Sebagian artikel menyebut buah naga dapat mencegah anemia. Kenyataannya, TKPI mencatat zat besi buah naga hanya 0,4 sampai 0,5 mg per 100 gram [3]. NHS, layanan kesehatan nasional Inggris, tidak memasukkan buah naga dalam daftar sumber zat besi yang baik. Daftar itu memuat antara lain hati (hindari saat hamil), daging merah, polong-polongan seperti kacang merah, kacang-kacangan, buah kering, dan sereal yang diperkaya zat besi [9].
Bila Anda khawatir mengalami anemia, periksakan diri ke dokter. Jangan mengandalkan satu jenis buah untuk mencegah atau mengatasinya.
Buah naga dan asam lambung
Banyak orang mencari manfaat buah naga untuk asam lambung. Kami tidak menemukan bukti dari sumber resmi atau penelitian pada manusia bahwa buah naga dapat mengobati asam lambung naik.
Buah naga tetap boleh menjadi bagian dari menu sehari-hari. Untuk keluhan asam lambung, NHS menganjurkan makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering, serta menghindari makanan dan minuman yang memicu keluhan Anda sendiri [10]. Pemicu setiap orang berbeda. Bila suatu makanan, termasuk buah, membuat keluhan Anda memburuk, sebaiknya kurangi.
Baca juga Asam lambung naik: gejala, pemicu, dan kapan ke dokter untuk penjelasan lengkap tentang gejala, pemicu, dan tanda bahaya.
Urine atau tinja kemerahan setelah makan buah naga merah
Pigmen merah buah naga sekelompok dengan pigmen bit [4]. NHS menyebut bit dapat membuat urine berwarna merah muda [11]. NHS juga menyebut tinja dapat tampak seperti bercampur darah bila Anda makan banyak makanan berwarna merah atau ungu, seperti tomat dan bit [12]. MedlinePlus dari Perpustakaan Kedokteran Nasional Amerika Serikat mencatat bahwa bit, buah blackberry, dan pewarna makanan tertentu dapat membuat urine berwarna merah muda, merah, atau cokelat muda [13].
Kami belum menemukan sumber resmi yang membahas buah naga secara khusus. Namun, karena pigmennya sekelompok dengan pigmen bit, urine atau tinja yang kemerahan setelah Anda makan banyak buah naga merah kemungkinan berasal dari pigmen itu. Namun, jangan menebak sendiri, karena warna merah juga bisa berarti darah. Segera periksakan diri ke dokter bila:
- urine tetap merah muda, merah, atau cokelat walaupun tidak disebabkan oleh makanan atau obat [13];
- Anda melihat darah pada urine, meski hanya sekali, atau Anda tidak yakin apakah itu darah [11][13];
- urine kemerahan disertai rasa perih saat buang air kecil, sering ingin buang air kecil, demam, atau nyeri di pinggang atau punggung bawah [11];
- tinja berwarna hitam atau merah gelap, atau Anda mengalami diare berdarah [12].
Segera ke IGD (instalasi gawat darurat), atau hubungi 119 atau 112, bila perdarahan dari dubur tidak berhenti, atau darahnya banyak, misalnya air di kloset menjadi merah atau ada gumpalan darah besar. Jangan menyetir sendiri ke rumah sakit [12].
Alergi buah naga
Alergi buah naga tidak banyak dilaporkan, tetapi bisa terjadi [14]. Beberapa laporan kasus menggambarkan reaksi alergi berat (anafilaksis) setelah seseorang minum jus atau smoothie campuran yang mengandung buah naga [14][15]. Salah satunya dialami seorang pria berusia 26 tahun di Kanada yang tidak punya riwayat alergi lain. Tes kulit menunjukkan bahwa reaksinya disebabkan oleh buah naga, bukan buah lain dalam minuman itu [14]. Laporan kasus hanya menggambarkan satu atau beberapa orang, jadi tidak menunjukkan seberapa sering alergi ini terjadi.
Gejala alergi makanan antara lain kulit gatal atau biduran; bengkak pada bibir, wajah, atau mata; batuk atau mengi; mual atau muntah; nyeri perut; dan diare. Gejala bisa muncul segera setelah makan atau beberapa waktu kemudian. Bila Anda menduga Anda atau anak Anda alergi terhadap suatu makanan, temui dokter [16].
Hubungi 119 atau 112, atau segera ke IGD, bila setelah makan muncul salah satu tanda berikut [16]:
- bibir, mulut, tenggorokan, atau lidah tiba-tiba bengkak;
- napas sangat cepat atau sesak;
- tenggorokan terasa tercekat atau sulit menelan;
- kulit, bibir, atau lidah menjadi kebiruan, keabuan, atau pucat;
- tiba-tiba bingung, sangat mengantuk, atau pusing;
- pingsan dan tidak bisa dibangunkan;
- anak tampak lemas, terkulai, atau tidak merespons seperti biasanya.
Jangan menyetir sendiri ke IGD [16].
Cara menyiapkan dan menikmati buah naga
Buah naga dimakan mentah, jadi kebersihan saat menyiapkannya penting. WHO menganjurkan mencuci buah dan sayur, terutama yang dimakan mentah. Cuci juga tangan Anda sebelum menyiapkan makanan, dan bersihkan pisau serta talenan yang Anda pakai [17]. Simpan potongan buah yang belum dimakan di lemari es, karena WHO menganjurkan makanan yang mudah basi segera disimpan di lemari es [17].
(tab baru)Buah naga paling mudah dinikmati dalam keadaan segar. Beberapa ide penyajian:
- Belah dua, lalu sendok daging buahnya langsung dari kulit.
- Potong dadu dan campurkan dengan buah lain sebagai salad buah tanpa tambahan gula atau susu kental manis.
- Tambahkan ke yogurt tawar atau oatmeal untuk sarapan.
- Untuk anak kecil, potong kecil-kecil sesuai usianya agar mudah dikunyah.
- Pilih buah utuh lebih sering daripada jus. Menurut WHO, gula alami dalam jus buah termasuk gula bebas yang perlu dibatasi [6]. Bila Anda membuat jus, jangan tambahkan gula.
Buah naga juga cocok sebagai camilan pengganti kue atau minuman manis. Bila Anda sedang berusaha menurunkan berat badan, baca artikel buah untuk diet untuk memilih buah dan mengatur porsinya.
Hal yang perlu diperhatikan
- Buah naga adalah bagian dari pola makan, bukan obat. Manfaatnya paling terasa bila Anda makan berbagai jenis buah dan sayur.
- Bila Anda menderita penyakit ginjal kronis, perhatikan asupan kalium. Penyakit ginjal kronis membuat ginjal sulit membuang kalium dari darah. Kadar kalium yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat mengganggu jantung dan otot [18]. Buah naga putih mengandung 231 mg kalium per 100 gram [3]. Tentukan jumlah kalium yang tepat bersama dietisien atau tenaga kesehatan [18].
- Bila Anda menjalani diet khusus karena diabetes atau kondisi lain, konsultasikan pilihan buah dengan dokter atau dietisien.
- Bila anak mengalami sembelit yang berlangsung lama, disertai nyeri perut hebat, muntah, atau darah pada tinja, bawa anak ke dokter.
Sumber
- Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan (RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita). Buah Naga untuk Kesehatan Jantung: Manfaat dan Fakta Ilmiah (tab baru). 2024.
- Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan (RSUP dr. Mohammad Hoesin). Buah Naga Atasi Sembelit pada Balita (tab baru). 2023.
- Kementerian Kesehatan RI. Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI), Data Komposisi Pangan Indonesia (tab baru): Buah Naga Merah, segar (ER012) dan Buah Naga Putih, segar (ER013). 2017.
- Martinez RM, Melo CPB, Pinto IC, dkk. Betalains: A Narrative Review on Pharmacological Mechanisms Supporting the Nutraceutical Potential Towards Health Benefits (tab baru). Foods, 2024.
- Huang Y, Brennan MA, Kasapis S, dkk. Maturation Process, Nutritional Profile, Bioactivities and Utilisation in Food Products of Red Pitaya Fruits: A Review (tab baru). Foods, 2021.
- World Health Organization (WHO). Healthy diet (tab baru). 2026.
- Kementerian Kesehatan RI, Ayo Sehat. Isi Piringku, Panduan Kebutuhan Gizi Seimbang Harian (tab baru). 2024.
- Poolsup N, Suksomboon N, Paw NJ. Effect of dragon fruit on glycemic control in prediabetes and type 2 diabetes: A systematic review and meta-analysis (tab baru). PLoS One, 2017.
- NHS. Iron (tab baru). 2020.
- NHS. Heartburn and acid reflux (tab baru). 2023.
- NHS. Blood in urine (tab baru). 2026.
- NHS. Bleeding from the bottom (rectal bleeding) (tab baru). 2023.
- MedlinePlus, U.S. National Library of Medicine. Urine - abnormal color (tab baru). 2025.
- Martin H, Stepaniuk P. Pitaya allergy: a case report of anaphylaxis in a patient without cross-reactive allergens (tab baru). Allergy, Asthma and Clinical Immunology, 2025.
- Kleinheinz A, Lepp U, Hausen BM, dkk. Anaphylactic reaction to (mixed) fruit juice containing dragon fruit (tab baru). Journal of Allergy and Clinical Immunology, 2009.
- NHS. Food allergy (tab baru). 2026.
- Pan American Health Organization (PAHO/WHO). PAHO/WHO recommends five keys to safer food for a healthy holiday season (tab baru). 2015.
- National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Healthy Eating for Adults with Chronic Kidney Disease (tab baru). 2025.