Menu diet tanpa nasi untuk pemula: tetap seimbang dan kenyang
Diet tanpa nasi berarti mengganti nasi dengan ubi, jagung, kentang, atau makanan pokok lain, bukan menghapus karbohidrat. Simak cara menyusun piringnya menurut Isi Piringku dan contoh menu tiga hari.
- Terbit
- Diperbarui
- Waktu baca
- 8 menit
Daftar isi
Disusun oleh Redaksi Artikel Kesehatan. Riset dibantu AI, lalu setiap fakta diperiksa redaksi terhadap sumber di bawah. Baca Kebijakan Redaksi
Banyak orang mencoba menu diet tanpa nasi saat ingin menurunkan berat badan. Kuncinya, nasi diganti dengan makanan pokok lain, bukan dihapus begitu saja dari piring. Tubuh tetap memerlukan karbohidrat sebagai sumber tenaga, ditambah lauk, sayur, dan buah [1].
Artikel ini menjelaskan cara menyusun menu diet tanpa nasi untuk pemula berdasarkan pedoman Isi Piringku dari Kementerian Kesehatan RI, kandungan gizi pengganti nasi, dan contoh menu harian. Artikel ini tidak memberi target kalori atau janji turun berat badan dalam waktu tertentu, karena kebutuhan setiap orang berbeda.
Apa arti diet tanpa nasi
Nasi adalah makanan pokok, yaitu sumber karbohidrat utama di piring. Menurut Kementerian Kesehatan, makanan pokok tidak harus nasi. Pilihan lainnya antara lain jagung, sagu, umbi-umbian seperti ubi, talas, dan singkong, kentang, serta gandum. Pilihan ini sebaiknya disesuaikan dengan kebiasaan dan bahan pangan di daerah masing-masing [1].
Jadi, diet tanpa nasi yang sehat berarti mengganti nasi dengan makanan pokok lain, bukan menghilangkan karbohidrat. NHS, layanan kesehatan Inggris, menyebut bahwa makanan sumber karbohidrat seperti ini sebaiknya mengisi sedikit lebih dari sepertiga dari seluruh makanan kita [2]. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan agar karbohidrat terutama berasal dari biji-bijian utuh, sayur, buah, dan kacang-kacangan. Contoh biji-bijian utuh menurut WHO antara lain jagung yang tidak diolah, oat, gandum, dan beras merah [3].
NHS juga meluruskan anggapan bahwa makanan pokok membuat gemuk. Gram per gram, kalorinya kurang dari setengah kalori lemak. Yang sering menambah kalori adalah minyak, mentega, atau santan yang ditambahkan saat memasak dan menyajikan [2].
Pengganti nasi yang bisa dipilih
Berikut makanan pokok pengganti nasi yang mudah ditemukan:
- Ubi jalar, singkong, dan talas, direbus atau dikukus.
- Jagung, direbus, dipipil, atau dibuat bubur.
- Kentang, direbus atau dipanggang bersama kulitnya.
- Sagu, misalnya papeda.
- Oat dan roti atau pasta dari gandum utuh.
(tab baru)Bila memungkinkan, pilih versi utuh atau yang tinggi serat. Menurut NHS, makanan pokok dari biji-bijian utuh dan kentang yang dimakan bersama kulitnya adalah sumber serat yang baik. Serat membantu pencernaan dan membuat Anda kenyang lebih lama [2]. Daftar sumber serat lainnya ada di artikel makanan berserat.
Perhatikan juga cara memasaknya. Singkong goreng, kentang goreng, atau keripik memang tanpa nasi, tetapi menyerap banyak minyak. NHS menyarankan merebus atau mengukus kentang dan umbi. Cara ini mengurangi lemak dan juga akrilamida, zat yang terbentuk saat makanan berpati digoreng atau dipanggang lama pada suhu tinggi [2].
Kandungan gizi pengganti nasi per 100 gram
Banyak orang mengira semua pengganti nasi pasti lebih rendah kalori. Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) dari Kementerian Kesehatan mencatat angka berikut untuk 100 gram makanan pokok yang sudah dimasak [4]:
- Nasi putih: 180 kkal, karbohidrat 39,8 gram.
- Nasi beras merah: 149 kkal, karbohidrat 32,5 gram.
- Singkong kukus: 153 kkal, karbohidrat 36,4 gram.
- Jagung muda rebus: 142 kkal, karbohidrat 30,3 gram.
- Talas bogor kukus: 120 kkal, karbohidrat 28,2 gram.
- Ubi jalar kuning kukus: 100 kkal, karbohidrat 23,8 gram.
TKPI tidak memuat kentang rebus dan bubur oat. Menurut data Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), 100 gram daging kentang yang direbus bersama kulitnya mengandung 87 kkal dan karbohidrat 20,1 gram. Oat yang dimasak dengan air mengandung 71 kkal dan karbohidrat 12 gram per 100 gram [5]. Data ini diukur pada bahan pangan Amerika Serikat, jadi bandingkan dengan angka TKPI sebagai gambaran kasar saja.
Dari angka ini, ada dua hal penting. Pertama, pada berat yang sama, kalori singkong dan jagung rebus hanya sedikit lebih rendah daripada nasi. Bila porsinya sama besar, mengganti nasi dengan singkong hanya sedikit mengurangi kalori. Kedua, ubi kuning, kentang, dan bubur oat lebih rendah kalori per 100 gram, terutama karena kandungan airnya lebih tinggi. Airnya sekitar 74, 77, dan 84 gram per 100 gram, sedangkan nasi sekitar 57 gram [4][5]. Jadi, yang tetap perlu dijaga adalah porsinya.
Menyusun piring tanpa nasi
Pedoman Isi Piringku membagi piring menjadi dua bagian. Setengah piring diisi sayur dan buah. Setengah lainnya diisi makanan pokok dan lauk pauk [1]. Secara lebih rinci, Kementerian Kesehatan menganjurkan [6]:
- Makanan pokok: dua pertiga dari setengah piring.
- Lauk pauk: sepertiga dari setengah piring.
- Sayur: dua pertiga dari setengah piring.
- Buah: sepertiga dari setengah piring.
Pada menu tanpa nasi, posisi nasi cukup diganti dengan ubi, jagung, kentang, atau makanan pokok lain. Porsi lauk, sayur, dan buahnya tetap.
Untuk lauk, Kementerian Kesehatan menyebut lauk hewani seperti ikan, ayam, telur, dan daging, serta lauk nabati seperti tahu, tempe, dan kacang-kacangan. Pedoman yang sama menganjurkan minum air putih yang cukup, sekitar delapan gelas sehari, serta membatasi makanan yang asin, manis, dan berlemak [1].
Contoh menu diet tanpa nasi untuk pemula
Contoh di bawah ini hanya gambaran. Sesuaikan jumlahnya dengan rasa lapar, aktivitas, dan saran tenaga kesehatan bila Anda punya kondisi tertentu.
Hari pertama
- Sarapan: ubi rebus, telur rebus, dan pepaya.
- Makan siang: kentang rebus, ikan bakar, sayur bening bayam, dan pisang.
- Makan malam: jagung rebus, tempe panggang, dan tumis buncis dengan sedikit minyak.
Hari kedua
- Sarapan: bubur oat dengan potongan buah.
- Makan siang: singkong kukus, pepes ayam, lalapan, dan semangka.
- Makan malam: sup kentang dan wortel dengan tahu, serta sayur kangkung.
Hari ketiga
- Sarapan: roti gandum utuh dengan telur dadar sayur.
- Makan siang: papeda dengan ikan kuah kuning dan tumis sayur.
- Makan malam: talas kukus, pepes ikan, dan sayur asem.
Bila tetap ingin makan nasi
Diet tanpa nasi bukan satu-satunya cara. Bila Anda tetap ingin makan nasi, Anda bisa memilih beras merah atau mencampurnya dengan beras putih. NHS menganjurkan versi biji-bijian utuh, termasuk beras merah, karena lebih tinggi serat [2]. Porsinya tetap mengikuti Isi Piringku.
Untuk camilan, pilih buah segar atau kacang tanpa garam. Minum air putih sebagai pengganti minuman manis. Pilihan dan porsi buah dibahas lebih rinci di artikel buah untuk diet.
Menyiapkan singkong dan kentang dengan aman
Dua pengganti nasi ini perlu disiapkan dengan cara yang benar:
- Singkong. Singkong mengandung glikosida sianogenik, zat yang dapat melepaskan sianida bila singkong tidak diolah dengan benar. Badan standar pangan Australia dan Selandia Baru (FSANZ) mewajibkan label bahwa singkong harus dikupas dan dimasak sampai matang sebelum dimakan [7]. FSANZ juga mencatat bahwa memasak saja hanya mengurangi sebagian zat ini, sekitar 10 sampai 75 persen [7]. Jangan makan singkong mentah.
- Kentang. Simpan kentang di tempat yang sejuk, gelap, dan kering. Jangan makan bagian kentang yang berwarna hijau, rusak, atau bertunas, karena bagian itu dapat mengandung racun [2].
(tab baru)Apakah diet tanpa nasi lebih ampuh?
Belum ada satu pola makan yang terbukti paling unggul untuk semua orang. Dalam uji klinis DIETFITS di Amerika Serikat, 609 orang dewasa berusia 18 sampai 50 tahun dengan berat badan berlebih atau obesitas, tanpa diabetes, menjalani pola makan sehat rendah lemak atau pola makan sehat rendah karbohidrat selama 12 bulan. Kedua kelompok dibimbing untuk menjaga mutu makanannya. Setelah 12 bulan, perubahan berat badan kedua kelompok tidak berbeda secara bermakna [8].
Artinya, menghapus nasi bukan satu-satunya kunci. Yang lebih menentukan adalah jumlah dan mutu makanan secara keseluruhan, serta apakah pola itu bisa Anda jalani terus. Langkah lain, seperti bergerak dan tidur cukup, ada di artikel cara menurunkan berat badan.
Kesalahan yang sering terjadi
- Menghapus makanan pokok sama sekali. Dalam pedoman Isi Piringku, makanan pokok adalah sumber karbohidrat [1]. Tanpa makanan pokok, piring Anda tidak lagi seimbang.
- Mengganti nasi dengan gorengan. Kalori dari minyak justru bertambah [2].
- Melupakan sayur dan buah. Setengah piring tetap untuk sayur dan buah [1].
- Minuman manis. WHO menganjurkan untuk membatasi gula bebas, termasuk gula yang ditambahkan ke minuman [3].
- Berharap hasil instan. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mencatat bahwa orang yang menurunkan berat badan secara bertahap lebih mungkin mempertahankan hasilnya [9]. Alasan diet yang terlalu cepat perlu diwaspadai ada di artikel cara diet cepat yang aman.
Bila Anda punya diabetes
Bagi penyandang diabetes, mengganti nasi tidak otomatis membuat gula darah lebih terkendali. Tubuh mengubah karbohidrat dari makanan menjadi glukosa, yang dapat menaikkan kadar gula darah. Menurut NIDDK, lembaga kesehatan pemerintah Amerika Serikat, sayuran berpati seperti kentang dan jagung mengandung lebih banyak karbohidrat daripada banyak makanan lain [10]. Jadi, perhatikan jumlah karbohidrat di piring, bukan hanya jenisnya.
NIDDK juga mengenalkan metode piring untuk mengatur porsi. Setengah piring diisi sayuran yang tidak berpati, seperempat piring diisi makanan sumber karbohidrat yang tinggi serat, dan seperempat piring diisi lauk sumber protein [10]. Pembagian ini berbeda dari Isi Piringku. Sayur mengisi setengah piring, buah dihitung di bagian karbohidrat, dan bagian lauknya lebih besar [6][10].
Hati-hati bila Anda memakai insulin atau obat diabetes tertentu. Menurut NIDDK, obat-obat ini dapat membuat gula darah turun terlalu rendah bila waktu makan terlewat atau tertunda, atau bila Anda makan terlalu sedikit karbohidrat [10][11]. Bicarakan dulu dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengubah jenis atau jumlah makanan pokok Anda. Jangan mengubah obat sendiri. Konsultasikan ke dokter atau apoteker.
Gula darah yang sangat rendah dapat membuat seseorang pingsan atau kejang, dan perlu segera ditangani [11]. Bila hal ini terjadi, hubungi 119 atau 112, atau bawa ke IGD (instalasi gawat darurat) terdekat.
Siapa yang perlu berkonsultasi dahulu
Mengganti nasi dengan makanan pokok lain umumnya aman bagi orang dewasa sehat. Namun, konsultasikan dahulu dengan dokter atau ahli gizi (dietisien) bila Anda:
- menderita diabetes, penyakit ginjal, penyakit jantung, atau penyakit kronis lain;
- sedang hamil atau menyusui;
- sedang minum obat secara rutin;
- pernah atau sedang mengalami gangguan makan;
- menyusun menu untuk anak, remaja, atau lansia.
Pola makan yang baik adalah pola yang bisa Anda jalankan dalam jangka panjang. Mulailah dengan satu kali makan tanpa nasi setiap hari, lalu tambah bila terasa cocok.
Sumber
- Kementerian Kesehatan RI, Ayo Sehat. Isi Piringku, Panduan Kebutuhan Gizi Seimbang Harian (tab baru). 2024.
- NHS. Starchy foods and carbohydrates (tab baru). 2023.
- World Health Organization (WHO). Healthy diet (tab baru). 2026.
- Kementerian Kesehatan RI. Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI), Data Komposisi Pangan Indonesia (tab baru): nasi (AP001), nasi beras merah (AP005), ketela pohon/singkong kukus (BP008), jagung muda rebus (AP010), talas bogor kukus (BP010), dan ubi jalar kuning kukus (BP011). 2017.
- U.S. Department of Agriculture (USDA). FoodData Central (tab baru), SR Legacy: Potatoes, boiled, cooked in skin, flesh, without salt (FDC ID 170438); Cereals, oats, regular and quick, unenriched, cooked with water, without salt (FDC ID 173905).
- Kementerian Kesehatan RI. Kemenkes Pecahkan Rekor Dunia Isi Piringku (tab baru). 2018.
- Food Standards Australia New Zealand (FSANZ). Cassava and bamboo shoots (tab baru). 2025.
- Gardner CD, Trepanowski JF, Del Gobbo LC, dkk. Effect of Low-Fat vs Low-Carbohydrate Diet on 12-Month Weight Loss in Overweight Adults and the Association With Genotype Pattern or Insulin Secretion: The DIETFITS Randomized Clinical Trial (tab baru). JAMA, 2018.
- Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Steps for Losing Weight (tab baru). 2025.
- National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Healthy Living with Diabetes (tab baru). 2023.
- National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Low Blood Glucose (Hypoglycemia) (tab baru). 2021.