Kesehatan miss V: dasar kebersihan area kewanitaan
Perawatan area kewanitaan tidak memerlukan produk khusus. Kenali kebiasaan kebersihan dasar, cara merawatnya saat haid, dan perubahan yang perlu diperiksa dokter atau bidan.
- Terbit
- Diperbarui
- Waktu baca
- 8 menit
Daftar isi
Disusun oleh Redaksi Artikel Kesehatan. Riset dibantu AI, lalu setiap fakta diperiksa redaksi terhadap sumber di bawah. Baca Kebijakan Redaksi
Banyak perempuan mencari cara menjaga kesehatan miss V, istilah sehari-hari untuk vagina dan area kewanitaan di sekitarnya. Kabar baiknya, perawatan dasarnya sederhana. Area ini tidak memerlukan produk khusus. Yang paling penting adalah kebersihan yang lembut, pakaian dalam yang tepat, dan kepekaan terhadap perubahan yang perlu diperiksa.
Artikel ini membahas kebiasaan dasar, ciri keputihan yang normal, tanda infeksi, dan deteksi dini kanker serviks. Artikel ini tidak memberi resep obat. Bila ada keluhan, tenaga kesehatan yang memeriksa Anda langsung adalah pihak yang tepat untuk menilainya.
Mengenal area kewanitaan dan cairannya
Vagina adalah saluran di bagian dalam. Bagian luar yang terlihat disebut vulva. Keduanya memerlukan perlakuan yang berbeda. Kebersihan sehari-hari cukup dilakukan pada bagian luar.
Vagina menghasilkan cairan, yang dikenal sebagai keputihan. Menurut layanan kesehatan Inggris (NHS), keputihan adalah hal yang normal. Cairan ini menjaga vagina tetap bersih dan lembap, serta melindunginya dari infeksi. Cairan yang biasa umumnya bening atau putih, bisa kental dan lengket atau licin dan basah, dan tidak berbau kuat atau tidak sedap. Jumlahnya biasanya bertambah saat hamil, saat aktif secara seksual, atau saat memakai kontrasepsi [1].
Di dalam vagina hidup bakteri dan jamur yang penting bagi fungsinya. Menurut perhimpunan dokter kandungan Amerika Serikat (ACOG), bila keseimbangannya berubah, misalnya karena antibiotik, perubahan hormon, atau pembilasan bagian dalam vagina (douching), vagina dapat meradang [2]. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) juga menyebut douching dapat mengganggu keseimbangan bakteri di vagina [3]. Karena itu, ACOG menyarankan untuk membiarkan vagina membersihkan dirinya sendiri [2].
Cara menjaga kesehatan miss V sehari-hari
Kebiasaan berikut berlaku untuk perempuan dewasa maupun remaja.
- Bersihkan dari depan ke belakang. Kementerian Kesehatan menganjurkan arah ini setelah buang air kecil, agar kuman dari anus tidak terbawa ke organ reproduksi [4].
- Basuh dengan lembut. NHS menyarankan membasuh kulit di sekitar vagina dengan air hangat. Bila memakai sabun, pilih sabun yang lembut dan tidak beraroma [1]. Saat ada infeksi jamur, NHS menyarankan membasuh dengan air, bukan sabun atau sabun mandi cair [5].
- Keringkan dengan baik. Kementerian Kesehatan menganjurkan handuk yang lembut, kering, bersih, dan tidak lembap atau berbau [4].
- Pilih celana dalam yang menyerap keringat [4]. NHS menyarankan untuk menghindari celana dalam atau stoking yang terlalu ketat [5].
- Ganti pakaian dalam secara teratur. Kementerian Kesehatan menganjurkan mengganti pakaian dalam minimal dua kali sehari [4].
(tab baru)Produk yang sebaiknya dihindari
NHS menyarankan untuk tidak mencuci bagian dalam vagina, dan tidak memakai sabun beraroma, deodoran, atau tisu basah beraroma pada area kewanitaan [1]. ACOG juga menyarankan untuk tidak memakai semprotan kebersihan kewanitaan dan tampon beraroma [2]. Cairan vagina yang normal tidak berbau kuat, jadi tidak perlu ditutupi dengan pewangi. Bila Anda merasa perlu memakai produk tertentu, tanyakan dahulu kepada dokter, bidan, atau apoteker.
Apakah perlu sabun khusus kewanitaan?
Tidak. Air hangat, dan bila perlu sabun yang lembut dan tidak beraroma pada kulit bagian luar, sudah cukup [1]. Untuk mencegah vaginosis bakterial kambuh, NHS menyarankan untuk tidak memakai deodoran, sabun pembersih, atau cairan pembilas khusus vagina [6].
(tab baru)Kebersihan saat menstruasi
Saat haid, area kewanitaan lebih lembap. Kementerian Kesehatan memberikan beberapa anjuran untuk menjaga kebersihannya [7]:
- Ganti pembalut sebanyak 3 sampai 5 kali sehari.
- Bersihkan area kewanitaan terlebih dahulu sebelum memasang pembalut baru.
- Cuci tangan dengan sabun sampai bersih sebelum mengganti pembalut dan setelah membuangnya.
- Ganti celana dalam secara rutin agar area kewanitaan tetap nyaman.
- Pakai celana dalam dari bahan yang menyerap keringat.
(tab baru)Bila memakai cawan menstruasi, bersihkan setiap kali selesai dipakai [2]. Bila haid terasa sangat nyeri, baca artikel dismenore.
Keputihan normal dan tanda infeksi
Bila bau, warna, atau tekstur keputihan berubah, perubahan itu bisa menjadi tanda infeksi. NHS memberi gambaran umum berikut, tetapi menegaskan agar Anda tidak mendiagnosis diri sendiri [1]:
- berbau amis: bisa tanda vaginosis bakterial;
- kental, putih, dan bergumpal: bisa tanda infeksi jamur;
- hijau, kuning, atau berbusa: bisa tanda trikomoniasis;
- disertai nyeri panggul atau perdarahan: bisa tanda klamidia atau gonore;
- disertai lepuh atau luka: bisa tanda herpes genital.
Vaginosis bakterial
Kondisi ini terjadi karena keseimbangan bakteri di vagina berubah. Vaginosis bakterial tidak tergolong infeksi menular seksual, tetapi aktivitas seksual dapat memicunya. Gejalanya berupa keputihan encer berwarna putih keabu-abuan dengan bau amis yang kuat, terutama setelah berhubungan seksual. Separuh perempuan yang mengalaminya tidak merasakan gejala. Risikonya lebih tinggi bila Anda memakai produk beraroma di dalam atau di sekitar vagina [6].
Infeksi jamur (kandidiasis)
Infeksi ini disebabkan oleh jamur Candida, yang dalam jumlah kecil memang hidup di vagina. Risikonya bertambah saat memakai antibiotik, saat hamil, pada diabetes, dan pada daya tahan tubuh yang lemah [2]. Gejalanya antara lain keputihan putih yang kental dan biasanya tidak berbau, gatal di sekitar vulva dan vagina, serta perih saat berhubungan seksual atau buang air kecil [5].
Trikomoniasis dan infeksi menular seksual lain
Trikomoniasis adalah infeksi menular seksual. Gejalanya antara lain keputihan kuning kehijauan yang bisa berbusa atau berbau amis, gatal atau perih di sekitar vagina, dan nyeri saat buang air kecil. Banyak orang yang tertular tidak merasakan gejala [8]. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), klamidia dan gonore adalah penyebab utama radang panggul dan kemandulan pada perempuan [9].
Jangan mengobati sendiri. Gejala kondisi-kondisi ini bisa mirip, sedangkan pengobatannya berbeda. Vaginosis bakterial dan trikomoniasis biasanya diobati dengan antibiotik, sedangkan infeksi jamur dengan obat antijamur [5][6][8]. Menurut ACOG, obat infeksi jamur yang dijual bebas tidak akan bekerja bila penyebabnya ternyata lain, dan diagnosis yang tepat bisa tertunda [2]. Konsultasikan ke dokter atau apoteker sebelum memakai obat apa pun.
Setelah menopause
Saat kadar hormon rendah, misalnya setelah menopause, vagina dapat terasa kering, gatal, atau seperti terbakar, dan nyeri saat berhubungan seksual, walau tanpa infeksi [2]. Bicarakan keluhan ini dengan dokter.
Hubungan seksual yang lebih aman
Menurut WHO, kondom yang dipakai dengan benar dan konsisten adalah salah satu cara paling efektif untuk mencegah infeksi menular seksual, termasuk HIV. Kondom kurang melindungi dari sifilis dan herpes genital, karena lukanya bisa berada di luar area yang tertutup [9]. Bagi yang aktif secara seksual, NHS menyarankan pemakaian kondom dan tes trikomoniasis sekali setahun, atau setiap kali memiliki pasangan seksual baru [8].
Deteksi dini kanker serviks dan vaksin HPV
Kanker serviks atau kanker leher rahim adalah kanker tersering kedua pada perempuan Indonesia, setelah kanker payudara [10]. Hampir semua kasusnya disebabkan oleh infeksi human papillomavirus (HPV) yang menetap. Infeksi yang menetap dapat mengubah sel leher rahim menjadi lesi prakanker. Lesi ini jarang bergejala, tetapi dapat ditemukan lewat pemeriksaan dan diobati sebelum menjadi kanker [11].
Ada tiga cara deteksi dini [10]:
- IVA (inspeksi visual dengan asam asetat). Dapat dilakukan bidan atau dokter di puskesmas, dan hasilnya langsung diketahui.
- Pap smear. Sampel lendir leher rahim diperiksa di laboratorium.
- Tes DNA HPV. Sampel lendir leher rahim diperiksa untuk mencari virus HPV.
Artikel Kementerian Kesehatan menyarankan deteksi dini bagi perempuan yang sudah aktif secara seksual, mulai usia 21 tahun atau 3 tahun setelah hubungan seksual pertama. Pemeriksaan diulang setiap 1 sampai 3 tahun, atau setiap 5 tahun bila memakai gabungan dua tes [10]. WHO menganjurkan skrining mulai usia 30 tahun, setiap 5 sampai 10 tahun [11], dan merekomendasikan tes DNA HPV sebagai metode skrining utama [10]. Tanyakan jadwal yang tepat kepada bidan atau dokter.
Vaksin HPV melindungi sebelum infeksi terjadi. WHO memprioritaskan vaksin ini untuk anak perempuan usia 9 sampai 14 tahun [11]. Di Indonesia, sejak 2023 imunisasi HPV diberikan kepada anak perempuan kelas 5 dan kelas 6 SD lewat Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) [12]. Skrining tetap penting walau sudah divaksin. Tidak merokok juga menurunkan risiko kanker serviks [11]. Bahasan tentang rokok ada di artikel pola hidup sehat.
Kapan perlu ke dokter
Perubahan pada cairan vagina tidak selalu berarti masalah serius, tetapi penyebabnya hanya dapat dipastikan lewat pemeriksaan.
Menurut NHS, temui dokter atau bidan, atau datang ke puskesmas, bila Anda mengalami hal berikut [1]:
- Cairan vagina berubah warna, bau, atau tekstur.
- Cairan yang keluar lebih banyak dari biasanya.
- Area kewanitaan terasa gatal atau perih.
- Ada perdarahan di luar jadwal haid atau setelah berhubungan seksual.
- Terasa nyeri saat buang air kecil.
- Terasa nyeri di perut bagian bawah, di antara perut dan paha.
- Ada luka, lepuh, benjolan, kutil, atau ruam di sekitar kelamin atau anus [13].
- Ada perdarahan dari vagina setelah menopause, walau hanya sedikit atau baru sekali [14].
NHS mencatat bahwa banyak infeksi menular seksual tidak menimbulkan gejala. Bila Anda khawatir telah tertular, periksakan diri walau tidak ada keluhan [13].
Untuk infeksi jamur, NHS menyarankan pemeriksaan bila gejala baru pertama kali muncul, kambuh lebih dari 4 kali dalam 12 bulan, atau tidak membaik setelah pengobatan, dan bila Anda berusia di bawah 16 atau di atas 60 tahun, hamil, menyusui, atau berdaya tahan tubuh lemah [5].
Segera cari pertolongan. NHS menyebut tanda berikut sebagai keadaan darurat. Hubungi 119 atau 112, atau segera ke IGD (instalasi gawat darurat) rumah sakit terdekat, bila Anda mengalami [15]:
- nyeri perut bawah atau panggul yang hebat, makin berat, atau sakit saat disentuh;
- rasa akan pingsan, pusing, atau pingsan;
- sesak napas atau tiba-tiba bingung;
- perdarahan dari vagina yang sangat banyak.
Kedua nomor itu belum menjangkau semua kabupaten dan kota. Bila tidak tersambung, langsung ke IGD. Nyeri panggul yang disertai demam tinggi, keputihan atau perdarahan yang tidak biasa dari vagina, atau nyeri panggul saat hamil, perlu diperiksa dokter atau bidan pada hari yang sama [15].
Saat hamil
Menurut NHS, keputihan biasanya bertambah banyak selama kehamilan. Hubungi bidan atau dokter bila keputihan berbau tidak sedap, berwarna hijau atau kuning, menimbulkan gatal atau perih, atau disertai nyeri saat buang air kecil. Bila ada perdarahan dari vagina saat hamil, segera hubungi bidan atau dokter [16].
Sebagian obat infeksi jamur tidak boleh dipakai saat hamil, jadi selalu tanyakan dahulu kepada dokter, bidan, atau apoteker [16]. Saat hamil, vaginosis bakterial memiliki kemungkinan kecil menimbulkan komplikasi seperti persalinan prematur [6], dan trikomoniasis dapat membuat bayi lahir lebih awal [8].
Ringkasan
Bersihkan bagian luar dengan lembut dari depan ke belakang, keringkan dengan baik, pakai celana dalam yang menyerap keringat, dan ganti secara teratur. Hindari pembilas vagina dan produk beraroma. Pakai kondom, ikuti deteksi dini kanker serviks, dan periksakan diri bila ada perubahan yang membuat Anda ragu.
Sumber
- NHS. Vaginal discharge (tab baru). 2024.
- American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Vaginitis (tab baru). Diperbarui 2025.
- Centers for Disease Control and Prevention (CDC). About Bacterial Vaginosis (BV) (tab baru). 2023.
- Kementerian Kesehatan RI, Ayo Sehat. Pentingnya Menjaga Kebersihan Alat Reproduksi (tab baru). 2018.
- NHS. Thrush in men and women (tab baru). 2023.
- NHS. Bacterial vaginosis (tab baru). 2026.
- Kementerian Kesehatan RI, Ayo Sehat. Pentingnya Menjaga Kesehatan Reproduksi Saat Menstruasi (tab baru). 2018.
- NHS. Trichomoniasis (tab baru). 2025.
- World Health Organization. Sexually transmitted infections (STIs) (tab baru). 2025.
- Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Kanker Serviks, Bisa Dicegah, Bisa Dieliminasi (tab baru). 2025.
- World Health Organization. Cervical cancer (tab baru). 2026.
- WHO Indonesia. Pencanangan Nasional Perluasan Imunisasi Human Papillomavirus (HPV) (tab baru). 2023.
- NHS. Sexually transmitted infections (STIs) (tab baru). 2024.
- NHS. Postmenopausal bleeding (tab baru). 2026.
- NHS. Pelvic pain (tab baru). 2025.
- NHS. Vaginal discharge in pregnancy (tab baru). 2024.